Diaspora Indonesia di Malaysia Terbitkan Buku Brain Gain

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi buku. Sxc.hu

    Ilustrasi buku. Sxc.hu

    TEMPO.CO, Kuala Lumpur - Para profesional Indonesia yang tinggal di Malaysia yang tergabung dalam Indonesia Brain Gain (IBG) Association Chapter Kuala Lumpur menerbitkan buku "Indonesia Brain Gain Edisi-1".

    "Buku ini memberikan bahasan-bahasan tentang industri perminyakan, penerbangan, rekayasa, teknologi, desain, kewirausahaan, motivasi, halal industri dan pandangan global," ujar Ketua Indonesia Brain Gain Association Chapter Kuala Lumpur, Dr Rusdinadar Sigit di Kuala Lumpur, Jumat 20 Januari 2017.

    Rusdinadar mengatakan penerbitan buku tersebut merupakan kontribusi awal IBG Kuala Lumpur dengan target pembaca kalangan umum, institusi, industri maupun penyelenggara negara dengan tujuan terjalinnya komunikasi langsung agar manfaatnya terukur.


    Baca juga:
    Kabar Antraks di Yogya, Ini Penjelasan Tim Respon Cepat UGM
    Pelantikan Presiden Mana yang Lebih Ramai: Obama atau Trump?

    IBG Association adalah sebuah komunitas para profesional Indonesia di Malaysia yang bertujuan memberi wadah kepada para diaspora -individu yang mempunyai ikatan emosi atau keturunan dengan Indonesia- untuk menyumbangkan pengalaman profesi, gagasan atau hal-hal yang inspiratif selama tinggal di luar negeri kepada bangsa Indonesia.

    "Esensi brain gain adalah usaha membawa pulang pengetahuan dan pengalaman (best practices) para profesional Indonesia kembali ke tanah air dengan berbagai cara untuk tujuan pembangunan bangsa," tuturnya.

    Para penulis buku bidang perminyakan ada empat orang yakni Herry Maulana (Murphy Oil Malaysia), Martin Simatupang (CPOC Malaysia), Dr Ir Budi P Kantaatmadja MSc (Petronas), Ilen Kardani (Ikatan Ahli Teknik Minyak Indonesia Komisariat Kuala Lumpur).

    Bidang rekayasa, teknologi dan desain, Prof Dr Wahyu Kuntjoro (UITM), Prof Dr Wirachman Wisnoe (UITM), Dr Cosmas Pagwiwoko (Universitas Nottingham Malaysia), Agus Hartono (Aeromex Manufacture Sdn Bhd), Dr Dedy Wicaksono (Universitas Teknologi Malaysia/UTM), Dr Yanuar Z Arief (UTM), Dr DW Junaidy (Universitas Malaysia Kelantan), Erwin Rezasyah (Universitas Teknologi MARA).

    Baca juga:
    Emirsyah Tersangka, Menteri Rini Jelaskan Kondisi PT Garuda
    Emirsyah Satar, Si Fashionable Pencinta Batik Indonesia

    Bidang Kewirausahaan Rusdinadar Sigit (Geo Connection Sdn Bhd), Oki Wiranto (Telin Indonesia), Okina Fitriani (Human Capital Expert). Untuk isu global yakni Prof Dr Betania Kartika (International Islamic University Malaysia / IIUM), Tan Sri Prof Dr Muhammad Saleh (United Nation University Malaysia), Prof Erni Kolopaking (MSU Malaysia), Dandy Hidayat (Petronas Carigali). Pada halaman belakang buku tersebut mendapat komentar dari Prof Dr Ir Kadarsah Suryadi DEA (Rektor ITB), Dwi Soetjipto (Dirut Pertamina) dan Retno Marsudi (Menteri Luar Negeri).

    "Beberapa penulis sudah mendapat undangan dari Pertamina dan PTPN untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman terbaiknya," katanya.

    Saat perpisahan dengan Duta Besar RI di Malaysia, Herman Prayitno, beberapa waktu lalu di KBRI sebanyak 17 orang penulis buku ini juga mendapatkan piagam penghargaan.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.