Seriusi Panahan, Jokowi Ingin Ikut PON 2020  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo berlatih memanah sebelum mengikuti Kejuaraan Panahan Bogor Terbuka 2017. Latihan digelar di Pusat Pendidikan Zeni TNI AD (Pusdikzeni) Bogor, Sabtu 14 Januari 2017. Foto Biro Pers Istana Kepresidenan/Istimewa.

    Presiden Joko Widodo berlatih memanah sebelum mengikuti Kejuaraan Panahan Bogor Terbuka 2017. Latihan digelar di Pusat Pendidikan Zeni TNI AD (Pusdikzeni) Bogor, Sabtu 14 Januari 2017. Foto Biro Pers Istana Kepresidenan/Istimewa.

    TEMPO.COJakarta - Salah satu anggota tim pelatih Presiden Joko Widodo, Rizal Barnadi, mengatakan Presiden sangat serius dalam berlatih panahan. Bahkan Jokowi berkeinginan ikut dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 yang berlangsung di Papua.

    "Presiden pernah menyampaikan bahwa beliau berkeinginan untuk ikut PON di Papua," kata Rizal, Jumat, 20 Januari 2017.

    Presiden sudah berlatih panahan sejak September 2016. Jokowi akan mengikuti Kejuaraan Panahan Bogor Terbuka 2017 yang digelar besok. "Jadwal latihan berlangsung setiap Sabtu dan Minggu di Istana Bogor," ujar Rizal.

    Jokowi sedianya akan berlatih panahan hari ini. Namun latihan tersebut dibatalkan karena hujan.

    Rizal mengatakan rangkaian acara Kejuaraan Panahan Bogor Terbuka 2017 telah dimulai hari ini dengan melakukan uji coba lapangan oleh para peserta. Uji coba dilakukan di Lapangan Pusat Pendidikan Zeni (Pusdikzi) TNI Angkatan Darat di Jalan Sudirman.

    Terkait dengan cuaca, Rizal melanjutkan, pihak panitia telah mengantisipasinya. Pertandingan akan terus dilanjutkan apabila hujan turun tidak disertai petir dan angin. Peserta tetap bisa berlomba saat hujan turun. "Tapi, kalau hujan disertai petir, pertandingan kita hentikan sampai hujan reda," tuturnya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.