Jokowi Berlatih Panahan Sejak September 2016  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo berlatih memanah sebelum mengikuti Kejuaraan Panahan Bogor Terbuka 2017. Latihan digelar di Pusat Pendidikan Zeni TNI AD (Pusdikzeni) Bogor, Sabtu 14 Januari 2017. Foto Biro Pers Istana Kepresidenan/Istimewa.

    Presiden Joko Widodo berlatih memanah sebelum mengikuti Kejuaraan Panahan Bogor Terbuka 2017. Latihan digelar di Pusat Pendidikan Zeni TNI AD (Pusdikzeni) Bogor, Sabtu 14 Januari 2017. Foto Biro Pers Istana Kepresidenan/Istimewa.

    TEMPO.COJakarta - Salah satu anggota tim pelatih Presiden Joko Widodo, Rizal Barnadi, mengatakan Presiden sudah berlatih panahan sejak September 2016. Jokowi akan mengikuti Kejuaraan Panahan Bogor Terbuka 2017 yang digelar besok.

    "Jadwal latihan berlangsung setiap Sabtu dan Minggu di Istana Bogor," kata Rizal, Jumat, 20 Januari 2017.

    Jokowi sedianya akan berlatih panahan hari ini. Namun latihan tersebut dibatalkan karena hujan.

    Rizal mengatakan rangkaian acara Kejuaraan Panahan Bogor Terbuka 2017 telah dimulai hari ini dengan melakukan uji coba lapangan oleh para peserta. Uji coba dilakukan di Lapangan Pusat Pendidikan Zeni (Pusdikzi) TNI Angkatan Darat di Jalan Sudirman.

    Terkait dengan cuaca, Rizal melanjutkan, pihak panitia telah mengantisipasinya. Pertandingan akan terus dilanjutkan apabila hujan turun tidak disertai petir dan angin. Peserta tetap bisa berlomba saat hujan turun. "Tapi, kalau hujan disertai petir, pertandingan kita hentikan sampai hujan reda," ujarnya.

    Selain Presiden, Kejuaraan Panahan Bogor Terbuka juga diikuti 360 peserta yang datang dari berbagai daerah di Indonesia, dari Sabang sampai Merauke. Ada tiga kelas yang diperlombakan, yakni kelas Recuve 70 meter; kelas Compound 50 meter; kelas Ronde Nasional untuk kategori umum/SMA 40 meter, SMP 20 meter, SD 15 meter; dan kelas Ronde Nasional eksekutif 20 meter.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.