Ditulisi Kalimat Arab, Wapres JK: Ditindak Kalau Itu Bendera

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla, memberikan keterangan kepada awak media, di Istana Wakil Presiden, Jakarta, 7 Desember 2016. Jusuf Kalla menyatakan Pemerintah menyampaikan rasa bela sungkawa atas bencana gempa bumi berkekuatan 6,4 SR menyebabkan korban jiwa yang terjadi di Kabupaten Pidie Jaya dan Kabupaten Biereun di Provinsi Aceh, sementara pemerintah tidak memiliki kriteria apakah musibah gempa ini tergolong bencana nasional atau tidak. TEMPO/Imam Sukamto

    Wakil Presiden Jusuf Kalla, memberikan keterangan kepada awak media, di Istana Wakil Presiden, Jakarta, 7 Desember 2016. Jusuf Kalla menyatakan Pemerintah menyampaikan rasa bela sungkawa atas bencana gempa bumi berkekuatan 6,4 SR menyebabkan korban jiwa yang terjadi di Kabupaten Pidie Jaya dan Kabupaten Biereun di Provinsi Aceh, sementara pemerintah tidak memiliki kriteria apakah musibah gempa ini tergolong bencana nasional atau tidak. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan kepolisian akan memproses hukum pelaku pembawa bendera merah-putih yang bertuliskan kalimat dalam bahasa Arab. Proses hukum itu akan dilakukan bila benar kain merah-putih yang ditulisi itu adalah bendera.

    "Tentu harus diambil tindakan kalau itu memang bendera," kata Jusuf Kalla di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat, 20 Januari 2017. Kalla mengatakan, bendera mempunyai ketentuan sebagaimana diatur dalam undang-undang.

    Baca: Video Bendera Tulisan Arab, FPl: Kami Curiga Fitnah  

    UU Nomor 24 tahun 2009 tentang lambang negara menyebutkan bendera negara berbentuk empat persegi panjang dengan ukuran lebar dua-per-tiga dari panjangnya, serta bagian atas berwarna merah, dan bagian bawah berwarna putih dengan kedua bagian berukuran sama.

    Dalam demo yang dilakukan Front Pembela Islam di depan markas Polri pada Senin lalu, terdapat bendera merah putih yang ditulisi kalimat berbahasa Arab. Isi kalimat tersebut adalah dua kalimat syahadat. Foto bendera tersebut muncul di media sosial dan menjadi pembicaraan netizen. Kepolisian pun bergerak dan berhasil menangkap pelaku pembawa bendera tersebut.

    Pelaku berinisial NF itu ditangkap Kamis, 19 Januari 2017, malam di Pasar Minggu. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, NF berusia sekitar 20 tahun dan tercatat sebagai penduduk Klender, Jakarta Timur. "Tadi malam sudah kami amankan satu orang laki-laki di Pasar Minggu," kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Jumat, 20 Januari 2017.

    Argo memastikan NF berada di lokasi saat FPI berunjuk rasa di depan Mabes Polri. Namun ia tidak bisa memastikan apakan NF merupakan bagian dari FPI. "Pokoknya yang bersangkutan ada di sana membawa barang itu," katanya. Saat ini, lanjut Argo, NF masih diperiksa di Polres Jakarta Selatan. Polisi juga menyita barang bukti berupa bendera bertulisan arab dan motor yang digunakan saat ikut unjuk rasa.

    AMIRULLAH SUHADA | INGE KLARA SAFITRI

    Baca: Demo Tuntut FPI Dibubarkan, Anak Presiden Sukarno Orasi Ini  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.