KSAL: TNI AL Akan Lakukan Efisiensi Operasi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Laksmana TNI Ade Supandi diangkat oleh para anggota TNI usai mengikuti Upacara pengukuhan dan pengangkatan Laksmana TNI Ade Supandi sebagai Warga Kehormatan Korps Marinir TNI AL di Lapangan Apel Kesatrian Marinir Hartono, Cilandak, Jakarta, 2 April 2015. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Laksmana TNI Ade Supandi diangkat oleh para anggota TNI usai mengikuti Upacara pengukuhan dan pengangkatan Laksmana TNI Ade Supandi sebagai Warga Kehormatan Korps Marinir TNI AL di Lapangan Apel Kesatrian Marinir Hartono, Cilandak, Jakarta, 2 April 2015. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Staf Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Ade Supandi mengatakan, pihaknya akan melakukan efisiensi operasi dalam rangka kesiapan operasional TNI AL dan Mabes TNI melalui penggelaran pasukan secara merata di sejumlah daerah.

    "Tahun 2017 ini diharapkan perpindahan angkatan laut dapat terlaksana dengan baik. Penggelaran pangkalan itukan efisiensi operasi. Kalau ada satuan kita dekat dengan daerah operasi maka efisiensi operasi, efisiensi logistik bisa kita capai," kata Ade Supandi seusai membuka Rapat Pimpinan TNI AL 2017, di Markas Besar TNI AL Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat, 20 Januari 2017.

    Baca juga: Peringati Pertempuran Laut Aru, Koarmaritim Tabur Bunga

    Selama ini, gelar kekuatan AL seperti pangkalan utama angkatan laut (Lantamal) dilakukan secara bertahap.

    "Contohnya lantamal dulu kita hanya 3, kemudian sekian tahun mejadi 5. Alhamdulillah 2016 awal itu sudah 14 lantamal. Jadi kita bangun dalam rangka efisiensi operasi dan logistik," ujarnya.

    Mantan Kepala Staf Umum (Kasum) TNI AL itu menilai pentingnya penggelaran pasukan mengingat wilayah Indonesia jika dibentangkan sama dengan benua Eropa dan Amerika Serikat.

    Simak pula: TNI AL dan Amerika Serikat Latihan Bersama di Situbondo

    "Ke depan memang kebutuhan TNI AL itu tiga armada. Tidak hanya dua armada seperti sekarang ini," ujarnya.

    Sebenarnya dalam sejarah, tambah dia, TNI AL sudah membangun tiga armada yakni pada 1967 yaitu Armada Siaga, Armada Nusantara, dan Armada Samudera, kemudian dilikuidasi. Saat ini, wilayah yang disiapkan untuk dijadikan Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) adalah Papua.

    Lihat juga: TNI Angkatan Laut Gelar Latihan di Peraitan Batas Australia

    "Kita butuh armada di kawasan (lagi) di kawasan timur khususnya agar beban Pangarmatim tidak terlalu berat. Karena wilayah Armatim ini dari mulai perairan Tegal sampai ke perbatasan Papua. Paling tidak kita pendekatan alur laut kepulauan Indonesia (Alki). Alki satu untuk Pangarmabar; Alki 2 untuk Pangarmateng, dan Alki 3 untuk Pangarmatim," ucapnya.

    ANTARA

    Baca juga:
    SBY: Ya Allah Negara Kok Jadi Begini, Juru Fitnah Berkuasa
    Kasus Dana Bansos DKI, Sylviana Sebut Nama Jokowi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.