Kasus Emirsyah, Menteri BUMN: Itu Tanggung Jawab Perorangan  

Reporter

Ekspresi Menteri BUMN Rini Soemarno saat tiba untuk menghadiri rapat dengan Pansus Angket Pelindo II di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 4 Desember 2015. TEMPO/Dhemas Reviyanto

TEMPO.COJakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno mengatakan kasus suap mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Emirsyah Satar merupakan tanggung jawab yang bersangkutan. Komisi Pemberantasan Korupsi telah menetapkan Emirsyah sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap dalam pembelian mesin jet produksi Rolls-Royce.

"Semua (kasus suap Emirsyah Satar), akhirnya itu merupakan tanggung jawab perorangan," kata Rini sebelum mengikuti rapat koordinasi soal kredit usaha rakyat (KUR) di kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Jumat, 20 Januari 2017. 

Baca:
Jusuf Kalla Terkejut Emirsyah Satar Jadi Tersangka Suap
Suap Mesin Garuda, KPK Bekukan Rekening Emirsyah Satar

Rini menemui Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution didampingi Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei, dan Jasa Konsultasi Kementerian BUMN Gatot Trihargo.

Menurut Rini, kasus suap yang menjerat Emirsyah itu tidak mempengaruhi operasional Garuda saat ini. "Garuda, sebagai perusahaan publik, dalam operasionalnya tetap menerapkan good corporate governance (GCG)," ujarnya.

Direktur PT Garuda Indonesia periode 2005-2014 itu ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK pada Kamis, 19 Januari 2017. Suami dari Sandrina Abubakar tersebut diduga menerima suap saat masih menjabat sebagai pemimpin di Garuda. Selain Emirsyah, KPK menetapkan tersangka lain, yaitu Soetikno Soedarjo, Beneficial Owner Connaught International.

Kepala Biro Humas KPK Febri Diansyah mengatakan, dalam kasus ini, ada indikasi suap lintas negara yang nilainya cukup signifikan, bahkan jutaan dolar Amerika Serikat. Emir diduga menerima suap terkait dengan pengadaan mesin Rolls-Royce untuk pesawat Airbus milik Garuda Indonesia.

Selain itu, Emirsyah diduga menerima suap dari tersangka Soetikno dalam bentuk uang dan barang, yaitu dalam bentuk uang 1,2 juta euro dan US$ 180 ribu atau senilai Rp 20 miliar.

Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif menambahkan, KPK juga menemukan suap dalam bentuk barang yang diterima Emirsyah Satar senilai US$ 2 juta. 

Dalam menangani perkara Emirsyah, KPK bekerja sama dengan penegak hukum dari negara lain. Sebab, kasus ini terjadi lintas negara.

Adapun Vice President Corporate Communication Garuda Indonesia Benny S. Butarbutar mengatakan penggeledahan KPK di kantor Garuda tidak berkaitan dengan kegiatan korporasi, tapi perseorangan. "Sebagai perusahaan publik, Garuda menjalankan aktivitas bisnis secara ketat yang mengacu pada sistem GCG," ujar Benny.

Benny mengatakan Garuda Indonesia menyerahkan kasus yang menjerat Emirsyah kepada KPK. Ia berjanji perusahaannya akan bersikap kooperatif kepada penyidik.

ANTARA

Baca juga:
Kasus Dana Bansos DKI, Sylviana Sebut Nama Jokowi
Kasus Rizieq, Polda Jawa Barat Sudah Periksa 15 Saksi







KPK Cegah 2 Orang di Kasus Korupsi Garuda Indonesia

59 menit lalu

KPK Cegah 2 Orang di Kasus Korupsi Garuda Indonesia

KPK mencegah 2 orang dalam kasus korupsi Garuda Indonesia. Kasus yang pernah menyeret Emirsyah Satar ke balik jeruji.


Garuda Tambah Frekuensi Penerbangan Rute Domestik Mulai Oktober 2022

3 jam lalu

Garuda Tambah Frekuensi Penerbangan Rute Domestik Mulai Oktober 2022

Irfan mengungkapkan penambahan frekuensi Garuda dilaksanakan secara bertahap melalui serangkaian evaluasi.


Garuda Indonesia Buka Lagi Rute Penerbangan Makassar-Denpasar

4 jam lalu

Garuda Indonesia Buka Lagi Rute Penerbangan Makassar-Denpasar

Rute penerbangan Garuda lintas pulau itu akan beroperasi tiga kali per minggu mulai 7 Oktober 2022.


Garuda Indonesia Ajukan Prosedur Pailit Chapter 15: Bagaimana Soal Utang Piutang?

6 hari lalu

Garuda Indonesia Ajukan Prosedur Pailit Chapter 15: Bagaimana Soal Utang Piutang?

Dirut Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan pengajuan permohonan chapter 15 itu tindak lanjut atas penundaan kewajiban pembayaran utang


Garuda Indonesia Angkut 61 Ton Bantuan Kemanusiaan ke Pakistan

7 hari lalu

Garuda Indonesia Angkut 61 Ton Bantuan Kemanusiaan ke Pakistan

Penerbangan khusus Garuda Indonesia ini diberangkatkan bertahap dari Bandara Halim Perdanakusuma menuju Bandara Internasional Jinnah.


Garuda Ajukan Prosedur Pailit Chapter 15 ke Pengadilan Amerika

8 hari lalu

Garuda Ajukan Prosedur Pailit Chapter 15 ke Pengadilan Amerika

Chapter 15 merupakan mekanisme atas pengakuan (recognition) putusan homologasi dalam tahapan PKPU yang dilalui Garuda di negara lain.


Garuda Right Issue November, Dirut: Tidak untuk Bayar Utang

12 hari lalu

Garuda Right Issue November, Dirut: Tidak untuk Bayar Utang

Penambahan modal untuk PT Garuda Indonesia masih berlangsung. Pemerintah memberikan dana sebesar Rp 7,5 triliun.


Anak Buah Sri Mulyani Prediksi Garuda Bisa Cetak Laba Mulai 2022

12 hari lalu

Anak Buah Sri Mulyani Prediksi Garuda Bisa Cetak Laba Mulai 2022

Pada akhir 2021, Garuda tercatat membukukan kerugian yang diatribusikan ke entitas induk senilai US$ 4,16 miliar atau setara dengan Rp 62 triliun.


Angkat Direktur Baru, Berikut Susunan Direksi Garuda Indonesia

53 hari lalu

Angkat Direktur Baru, Berikut Susunan Direksi Garuda Indonesia

Garuda melakukan perombakan kecil terhadap susunan direksi dalam rapat pemegan saham tahunan.


Garuda Tunjuk Mantan Bos Anak Usaha Krakatau Steel Jadi Direktur Human Capital

53 hari lalu

Garuda Tunjuk Mantan Bos Anak Usaha Krakatau Steel Jadi Direktur Human Capital

Director of Human Capital Garuda Indonesia Aryaperwira Adileksana digantikan oleh Salman El Farisiy.