Fahri Hamzah Minta Kebijakan Donald Trump Diantisipasi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratusan massa melakukan aksi protes jelang pelantikan Presiden terpilih Donald Trump di luar Trump International Hotel and Tower di Columbus Circle, Manhattan, New York City, 19 Januari 2017. Presiden AS terpilih Donald Trump akan dilantik menjadi Presiden AS ke 45. Pelantikan akan dilakukan pada Jumat 20 Januari 2017 waktu setempat. REUTERS/Stephen Yang

    Ratusan massa melakukan aksi protes jelang pelantikan Presiden terpilih Donald Trump di luar Trump International Hotel and Tower di Columbus Circle, Manhattan, New York City, 19 Januari 2017. Presiden AS terpilih Donald Trump akan dilantik menjadi Presiden AS ke 45. Pelantikan akan dilakukan pada Jumat 20 Januari 2017 waktu setempat. REUTERS/Stephen Yang

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Fahri Hamzah meminta Presiden Joko Widodo mengantisipasi kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Ia menyarankan agar pemerintah membangun pabrik-pabrik untuk produksi keperluan dalam negeri.

    "Saya sarankan semua barang yang kita impor dan itu sudah layak diproduksi dalam negeri, sudah harus ada pabriknya di Indonesia," kata Fahri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat 20 Januari 2017.

    Baca:

    Trump Jadi Presiden AS, Ini Mega Proyeknya di Indonesia
    Jika Donald Trump Menang, Ini Program Kerja 100 Harinya

    Ia pun menyarankan agar pemerintah berfokus untuk memulai pembenahan pada produksi kebutuhan pokok, terutama untuk produk pangan. Caranya, dengan membangun infrastruktur dan industri dasar pertanian dan industri pengolahannya. "Amerika itu sudah bolak-balik ke Mars untuk cari air dan tempat hidup baru. Kita ini masih ngeributin masalah harga cabe," ujar dia.

    Fahri mempertanyakan kemampuan pemerintah yang tak kunjung bisa mengatasi masalah pangan. "Masa sih kita kehilangan akal untuk mengakhiri impor produk pangan?"

    Baca juga: Ini Tokoh AS yang Akan Hadir dalam Pelantikan Trump

    Donald Trump dan wakilnya, Mike Pence, dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden AS. Pelantikan keduanya diperkirakan menelan biaya US$90 juta atau setara Rp1,2 triliun di Gedung Capitol Hill. Trump diyakini bakal mempengaruhi hubungan AS dan Indonesia.

    Mantan politikus Partai Keadilan Sejahtera ini memprediksi Trump akan berfokus pada industri dalam negeri. Akibatnya, kebijakan Trump berpotensi memukul industri dalam negeri Indonesia. "Industri dalam negeri masih banyak yang menggunakan bahan baku impor," ujar dia.

    ARKHELAUS W


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.