Soal Status Rizieq, Polda Jawa Barat Tegaskan Masih Terlapor  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Imam Besar Front Pembela Islam Rizieq Shihab ditemani Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Fahri Hamzah mendatangi Kompleks Parlemen, Senayan. Rencananya, Rizieq akan bertemu kembali dengan pimpinan DPR, 11 Januari 2016. TEMPO/Ahmad Faiz

    Imam Besar Front Pembela Islam Rizieq Shihab ditemani Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Fahri Hamzah mendatangi Kompleks Parlemen, Senayan. Rencananya, Rizieq akan bertemu kembali dengan pimpinan DPR, 11 Januari 2016. TEMPO/Ahmad Faiz

    TEMPO.CO, Bandung - Direktur Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Jawa Barat Komisaris Besar Imam Raharjanto menegaskan, pihaknya belum menetapkan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Syihab sebagai tersangka.

    Namun dia membenarkan bahwa penyidik Polda Jawa Barat telah menyerahkan surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) kasus dugaan penodaan Pancasila yang dilakukan Rizieq ke Kejaksaan Tinggi Jawa Barat.

    Baca: Polisi: Kasus Rizieq Diduga Hina Pancasila ke Penyidikan

    "Belum, masih terlapor. Kami baru mengirimkan SPDP ke Kejaksaan Tinggi Jawa Barat," ucap Imam saat dihubungi Tempo, Kamis, 19 Januari 2017.

    Imam menjelaskan, dalam SPDP itu, penyidik hanya melaporkan terkait dengan peningkatan status pemeriksaan, yaitu dari penyelidikan menjadi penyidikan. "Kami hanya memberi tahu soal kasusnya apa, pelapornya siapa, terlapornya siapa, saksinya siapa. Jadi belum menetapkan tersangka," ujarnya.

    Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Raymond Ali pun menuturkan hal sama. Kejaksaan, kata dia, sudah menerima SPDP kasus yang menjerat Rizieq. "Belum tahu (penetapan tersangka), tapi SPDP sudah diserahkan kepada kami," katanya kepada Tempo, Kamis.

    Rizieq dilaporkan Sukmawati Soekarnoputri ke Badan Reserse Kriminal Kepolisian RI atas tuduhan menghina Presiden RI pertama Sukarno dan Pancasila. Tuduhan penghinaan tersebut dilakukan Rizieq saat berceramah di Gasibu, Kota Bandung, pada 2011.

    IQBAL T. LAZUARDI S.

    Baca juga:
    Terima Petisi agar FPI Dibubarkan, Apa Kata Gubernur Aher?
    Emirsyah Tersangka, KPK Ungkap Modus Suap Mesin Garuda

     



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.