Ini Nasihat Habibie kepada Jokowi Soal Toleransi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (kiri) mendampingi BJ Habibie, beri keterangan pers di Istana Merdeka, Jakarta, 29 Januari 2015. Habibie bertemu Jokowi, untuk bersilaturahmi dan berdiskusi permasalahan bangsa, selain itu Jokowi juga bertemu Kompolnas, usai bertemu Prabowo Subianto sebelumnya. ANTARA/Prasetyo Utomo

    Presiden Joko Widodo (kiri) mendampingi BJ Habibie, beri keterangan pers di Istana Merdeka, Jakarta, 29 Januari 2015. Habibie bertemu Jokowi, untuk bersilaturahmi dan berdiskusi permasalahan bangsa, selain itu Jokowi juga bertemu Kompolnas, usai bertemu Prabowo Subianto sebelumnya. ANTARA/Prasetyo Utomo

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo bertemu dengan Presiden RI ketiga Bacharuddin Jusuf Habibie di Istana Merdeka. Sekretaris Negara Pratikno menuturkan pertemuan yang digelar itu bagian dari silaturahmi.

    "Pak Habibie sudah tiga bulan di luar negeri. Beliau bersilaturahmi, sharing dengan Presiden Jokowi mengenai kondisi sosial di Indonesia," kata Pratikno di Sekretariat Negara, Jakarta, Kamis, 19 Januari 2017.

    Baca juga: Jokowi Undang Habibie dan Try Soetrisno untuk Minta Nasihat

    Ada beragam tema diskusi yang dibahas, antara lain tentang isu toleransi dan teknologi. Menurut Habibie, ucap Pratikno, Indonesia mempunyai modal besar menjaga kehidupan yang toleran.

    "Masyarakat muslim Indonesia adalah muslim yang toleran," ujar Pratikno menirukan Habibie. Karena itu, Habibie meyakinkan Presiden Jokowi bahwa Indonesia mempunyai kekuatan menjaga asas Bhinneka Tunggal Ika.

    Sedangkan dalam hal teknologi, Habibie meminta pemerintah mengutamakan pengembangan teknologi yang mempunyai nilai tambah. Menanggapi hal itu, Jokowi berfokus pada hal yang bisa mendongkrak penyerapan tenaga kerja. "Concern Presiden, bisa membawa implikasi yang luas," kata Pratikno.

    Selain bertemu dengan Habibie, Jokowi bertemu dengan Wakil Presiden RI keenam Try Sutrisno. Penguatan Pancasila menjadi topik utama dalam pertemuan itu. "Intinya, Pak Try mengapresiasi gagasan Presiden melakukan akselerasi pemantapan Pancasila," ucap Pratikno.

    Jokowi belum menjadwalkan pertemuan dengan mantan presiden atau wakil presiden lain. Menurut Pratikno, Try Sutrisno dan Habibie sendiri yang mengajak bertemu dengan Jokowi. "Tentu saja Presiden sangat gembira menerima masukan," ujarnya. 

    ADITYA BUDIMAN 



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.