Truk Jatuh dan Halangi Rel Kereta di Tasikmalaya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengendara sepeda motor menerobos palang pintu di perlintasan kereta api Kiaracondong, Bandung, 13 Januari 2017. Selain menerobos palang pintu perlintasan kereta sejumlah pengendara kerap memarkir kendaraannya di pinggir rel. TEMPO/Prima Mulia

    Pengendara sepeda motor menerobos palang pintu di perlintasan kereta api Kiaracondong, Bandung, 13 Januari 2017. Selain menerobos palang pintu perlintasan kereta sejumlah pengendara kerap memarkir kendaraannya di pinggir rel. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah kereta yang akan melalui jalur Tasikmalaya tertahan akibat jatuhnya truk ke atas rel. Akibat peristiwa ini, kereta api yang tertahan antara lain KA Lodaya tertahan di Stasiun Cipeundeuy, KA Argowilis yang tertahan di Stasiun Cicalengka dan KA Serayu.

    Sebuah truk menghantam pagar pembatas jembatan dan jatuh ke rel di daerah Gentong, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, Kamis pagi 19 Januari 2017 pukul 08.00 WIB. Akibat peristiwa ini, bagian belakang truk menghalangi rel dan menghambat perjalanan kereta api.

    Baca: KAI Tambah 11 KA Selama Natal dan Tahun Baru 2017

    "Betul (ada kecelakaan). Tadi jam 08.00 WIB di jembatan Gentong Lama atau di KM 238.01," kata Kepala Stasiun Tasikmalaya, Toni Harianto saat ditemui di stasiun, Kamis.

    Truk datang dari arah Bandung menuju Tasikmalaya. Usai melewati turunan, sopir tidak bisa menguasai laju kendaraan dan terjatuh ke rel. "Sekarang sedang evakuasi," ujar Toni.

    Baca: Ini Daftar Kecelakaan Kereta Api Terparah di India

    PT Kereta Api Indonesia, kata Toni, sudah mengirim crane untuk menarik truk tersebut. Selain itu, evakuasi juga dilakukan dengan cara ditarik dari atas oleh kendaraan truk. "Dari Bandung sudah mengirim crane," katanya.

    Proses evakuasi bangkai truk, Toni berharap, tidak berjalan lama. Dia berharap, Kamis siang jalur kereta bisa dilalui. "Evakuasi mudah-mudahan selesai hari ini," ucapnya.

    CANDRA NUGRAHA

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.