Videokan Beruang Kelaparan, LSM Scorpion akan Dipolisikan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah wisatawan memperhatika beruang di Kebun Binatang Bandung, Jawa Barat (2/1). Pengunjung Kebun Binatang pada liburan akhir tahun ini tidak seramai tahun lalu. TEMPO/Prima Mulia

    Sejumlah wisatawan memperhatika beruang di Kebun Binatang Bandung, Jawa Barat (2/1). Pengunjung Kebun Binatang pada liburan akhir tahun ini tidak seramai tahun lalu. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Bandung - Yayasan Margasatwa Tamansari selaku pengelola Kebun Binatang Bandung berencana melaporkaan Lembaga Swadaya Masyar‎akat (LSM) Scorpion yang mengunggah video tentang perilaku tidak wajar beruang madu di kebun binatang tersebut. Dalam video itu terlihat seekor beruang madu kurus kering dan memakan kotorannya sendiri.

    "Persatuan Kebun Binatang Seluruh Indonesia (PKBSI) akan melaporkan LSM Scorpion ke Polda Jawa Barat karena sudah menjelek-jelekan kami," kata juru bicara Yayasan Margasatwa Tamansari, Sudaryo, saat ditemui di Kebun Binatang Bandung, Rabu, 18 Januari 2017.
    ‎‎
    Sudaryo membantah ‎tudingan bahwa beruang madu koleksi Kebun Binatang Bandung sengaja dibiarkan kelaparan hingga badannya kurus. Menurut dia pendapat orang tentang arti kurus berbeda-beda. "Kurus tapi kan sehat. Gemuk belum tentu sehat. Yang penting kami memelihara dengan baik dan memberikan ‎makan yang cukup, kesehatan juga diperiksa. Jadi tidak benar itu (LSM Scorpion)," ujarnya.

    Sudaryo menuding LSM Scorpion merekayasa video yang menunjukkan beruang madu makan kotoran sendiri. "Sepertinya ada orang suruhan yang melempar makanan ke dekat kotoran. Jadi kelihatannya mereka makan kotoran sendiri," ujarnya. 

    Sudaryo membenarkan bahwa pihaknya menolak bantuan buah-buahan yang ditawarkan LSM‎ Scorpion untuk pakan beruang madu. "Kita tidak perlu dibantu. Pakan-pakannya setiap hari sudah kita penuhi," ucapnya. 

    PUTRA PRIMA PERDANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.