Kasus Jual-Beli Jabatan, Anak Bupati Klaten Mulai Diperiksa  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota DPRD Klaten Andy Purnomo (tengah) meninggalkan gedung KPK usai pemeriksaan penyidik terkait kasus dugaan suap jual beli jabatan Pemkab Klaten, Jakarta, 16 Januari 2017. Andi Purnomo yang merupakan putra Bupati Klaten Sri Hartini yang kini ditahan KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK atas kasus dugaan suap di jajaran Pemkab Klaten, Andi juga diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Suramlan, Kasi SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Anggota DPRD Klaten Andy Purnomo (tengah) meninggalkan gedung KPK usai pemeriksaan penyidik terkait kasus dugaan suap jual beli jabatan Pemkab Klaten, Jakarta, 16 Januari 2017. Andi Purnomo yang merupakan putra Bupati Klaten Sri Hartini yang kini ditahan KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK atas kasus dugaan suap di jajaran Pemkab Klaten, Andi juga diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Suramlan, Kasi SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin, 16 Januari 2017, telah memeriksa Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Klaten Andy Purnomo. Dia diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Suramlan (SUL), Kepala Seksi Sekolah Menengah Pertama Dinas Pendidikan Klaten, yang diduga memberi suap dalam kasus dugaan jual-beli jabatan.

    "Diperiksa sebagai saksi untuk tersangka SUL," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.

    Baca juga:
    KPK Tangkap Bupati Klaten Sri Hartini
    Ajaib, 20 Tahun Klaten Dikuasai Suami-Istri Ini

    Kasus jual-beli jabatan tersebut turut menjerat ibu Andy, Bupati Klaten Sri Hartini, dalam operasi tangkap tangan akhir Desember 2016 lalu.

    Sri Hartini ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK karena diduga menjualbelikan promosi jabatan di pemerintah daerah Klaten, Jawa Tengah.

    Menurut Febri, dalam pemeriksaan, Andy dikonfirmasi soal sejumlah nama yang terkait dengan pengisian jabatan tersebut. Selain itu, ia pun dikonfirmasi soal hasil penggeledahan dan temuan uang Rp 3 miliar di dalam lemari yang diduga miliknya.

    Baca pula:
    Suap Jabatan Bupati Klaten, KPK Masih Dalami Alirannya

    Terkait dengan peran Andy dalam kasus ini, Febri mengatakan KPK masih mendalaminya dan masih terus mengembangkan perkara tersebut serta mengumpulkan berbagai bukti lain.

    Febri menuturkan KPK belum bisa berspekulasi apakah Andy nantinya akan ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

    "Kami belum bisa berandai-andai terkait dengan saksi yang diperiksa. Setiap saksi tentu punya kapasitas dan peran masing-masing terkait dengan kasus ini," ujar Febri.

    DENIS RIANTIZA | S. DIAN ANDRYANTO

    Simak:
    Hendardi: Lumrah Pejabat jadi Pembina Ormas
    Pasha Ungu Dituding Salahgunakan APBD, Ini Kata Mendagri


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.