Eksploitasi Kawasan Hutan, 33 Perusahaan Sawit Dilaporkan

Reporter

Alih fungsi lahan gambut yang masuk wilayah moratorium 2011-2012 untuk perkebunan sawit di Desa Pungkat, Kecamatan Gaung, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau. TEMPO/Erwin Zachri

TEMPO.COPekanbaru - Koalisi Rakyat Riau (KRR) melaporkan 33 perusahaan perkebunan kelapa sawit ke Kepolisian Daerah Riau atas tuduhan penggunaan hutan dan lahan tanpa izin. Perusahaan itu diduga membangun perkebunan kelapa sawit di kawasan hutan yang merugikan negara mencapai Rp 2,5 triliun. 

"Ada dua dugaan pelanggaran aturan pemerintah, yakni Undang-Undang Perkebunan dan Undang-Undang Pencegahan Kerusakan Lingkungan," kata Koordinator Koalisi Rakyat Riau Fachri Yasin di Mapolda Riau, Senin, 16 Januari 2017.

Baca juga:
Lahan Gambut Kampar Terbakar, Tiga Hari Api Berkobar
BPDP: Nilai Ekspor Sawit Selama 2016 Naik 8 Persen

Fachri menyebutkan, berdasarkan hasil laporan Panitia Khusus Monitoring Lahan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Riau, terdapat 33 korporasi yang telah membangun perkebunan kelapa sawit di kawasan hutan seluas 103.320 hektare. Selain itu, ditemukan penanaman kelapa sawit tanpa izin hak guna usaha (HGU) seluas 203.977 hektare. Berdasarkan hasil analisis, kata dia, akibat pelanggaran itu, negara dirugikan hingga Rp 2,5 triliun. 

"Laporan ini sebagai bentuk komitmen kami mengawal hasil Pansus Monitoring dan evaluasi perizinan DPRD Riau," ucapnya.

Baca pula:
2017, Restorasi Gambut Ditargetkan Capai 400 Ribu
Menteri LHK: Restorasi Lahan Gambut Selamatkan Obyek...

Menurut Fachri, laporan ini merupakan langkah awal dalam memperbaiki tata kelola hutan dan lahan di Riau. Setelah ini, kata dia, KRR bakal kembali melaporkan perusahaan lain atas tindak pelanggaran hukum, seperti korupsi kehutanan. 

"Perkembangan dari analisis yang kami lakukan menunjukkan banyak indikasi terjadinya tindak pidana korupsi di sektor kehutanan dan perkebunan," tuturnya. 

KRR berharap Kepala Polda Riau Inspektur Jenderal Zulkarnain beserta jajarannya segera menindaklanjuti dugaan tindak pidana penggunaan kawasan hutan dan lahan secara ilegal. Fachri mengaku akan menembuskan laporan ini ke berbagai lembaga penegak hukum lain, seperti Mabes Polri, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Komisi Pemberantasan Korupsi, dan Komisi Kepolisian Nasional sebagai kontrol atas laporan 33 perusahaan tersebut. 

Sebelumnya, Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman mengaku sudah mendengar laporan Pansus Monitoring Lahan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Riau ihwal adanya perusahaan kelapa sawit tidak berizin dan tidak memiliki nomor pokok wajib pajak. 

"Soal kebun tak berizin ini sudah ada datanya di KPK," ujar Arsyadjuliandi Rachman kepada Tempo.

Andi—sapaannya—mengatakan persoalan tersebut tengah diselesaikan bersama-sama oleh pemerintah Riau melalui Dinas Pendapatan Daerah Riau, kejaksaan, kepolisian, dan KPK. Andi mengatakan Riau sudah mendapat pendampingan dari KPK melalui Koordinasi Supervisi Sumber Daya Alam untuk menyelesaikan persoalan perusahaan yang tidak berizin dan tidak taat pajak.

Namun sejauh ini Andi belum mengetahui sampai tahap mana perkembangannya. "Nanti kami akan tindak lanjuti lagi," ucapnya. 

Persoalan ini mengemuka saat Pansus yang digawangi Komisi A DPRD Riau melaporkan sejumlah temuan mereka ke Tim Pencegahan KPK saat komisi antirasuah tersebut berkunjung ke Riau pada Agustus 2016. Perusahaan yang dilaporkan tersebut adalah PT Hutaean, PT Arya Rama Prakasa, PT Aditya Palma Nusantara, PT Air Jernih, PT Eluan Mahkota, PT Egasusti Nasakti, PT Inti Kamparindo, PT Johan Sentosa, PT Sewangi Sawit Sejahtera, dan PT Surya Brata Sena.

Lalu ‎PT Peputra Supra Jaya, PT Inecda Plantation, PT Ganda Hera Hendana, PT Mekarsari Alam Lestari, PT Jatim Jaya Perkasa, PT Salim Ivomas Pratama, PT Cibaliung Tunggal Plantation, PT Kencana Amal Tani, dan PT Karisma Riau Sentosa.

Kemudian PT Seko Indah, PT Panca Agro Lestari, PT Siberida Subur, PT Palma Satu, PT Banyu Bening Utama, PT Duta Palma Nusantara, PT Cerenti Subur, PT Wana Jingga Timur, PT Perkebunan Nusantara V‎, PT Marita Makmur, PT Fortius Agro Wisata, PT Guntung Hasrat Makmur, PT Guntung Idama Nusa, dan PT Bumi Palma Lestari Persada.

RIYAN NOFITRA

Simak:
Jawa Tengah Panen Cabai, Tapi Harga Tetap Tinggi






Begini Besaran Tarif Ojek Online Naik Mulai Lusa: Sebagian Pengemudi Ojol Pekanbaru Senang

8 September 2022

Begini Besaran Tarif Ojek Online Naik Mulai Lusa: Sebagian Pengemudi Ojol Pekanbaru Senang

Kebijakan tarif ojek online baru diumumkan Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Hendro Sugiatno dalam konferensi pers virtual, kemarin.


Berumur 238 Tahun, Begini Asal-usul Kota Pekanbaru

23 Juni 2022

Berumur 238 Tahun, Begini Asal-usul Kota Pekanbaru

Nama Kota Pekanbaru dahulu dikenal dengan nama Senapelan


Kedai Kopi Kim Teng, Peninggalan Pejuang Kemerdekaan di Pekanbaru

16 Juni 2022

Kedai Kopi Kim Teng, Peninggalan Pejuang Kemerdekaan di Pekanbaru

Jangan mengaku pernah ke Kota Pekanbaru jika belum singgah ke Kedai Kopi Kim Teng yang berdiri pada 1950.


Buka MTQ ke 54, Wali Kota Bersyukur Buta Aksara Quran Tinggal Sedikit

13 Maret 2022

Buka MTQ ke 54, Wali Kota Bersyukur Buta Aksara Quran Tinggal Sedikit

Buta aksara Quran sebanyak 35 persen pada 2012 kini tinggal sekitar 3-4 persen.


Baru Seperempat Target, Realisasi Retribusi Parkir Pekanbaru Rp 2 Miliar

22 Agustus 2021

Baru Seperempat Target, Realisasi Retribusi Parkir Pekanbaru Rp 2 Miliar

Dishub Kota Pekanbaru melaporkan Realisasi PAD sektor retribusi parkir tepi jalan raya hingga semester I tahun 2021 baru mencapai Rp 2 miliar.


HUT Riau ke-64, Pekanbaru Gelar Vaksinasi Massal untuk Disabilitas

13 Agustus 2021

HUT Riau ke-64, Pekanbaru Gelar Vaksinasi Massal untuk Disabilitas

Pemerintah Kota Pekanbaru mengelar vaksinasi massal untuk pelajar dan penyandang disabilitas


Vaksin Langka, Pekanbaru Prioritaskan Pemberian Dosis Kedua

26 Juli 2021

Vaksin Langka, Pekanbaru Prioritaskan Pemberian Dosis Kedua

Vaksin Covid-19 yang ada di Pekanbaru diprioritaskan untuk pemberian dosis kedua. Layanan vaksinasi keliling pun dihentikan


KIT Tenayan Raya Pekanbaru Gerbang Industri Ekonomi Nasional

21 Juni 2021

KIT Tenayan Raya Pekanbaru Gerbang Industri Ekonomi Nasional

Kawasan industri terpadu Tenayan Raya di Kota Pekanbaru.tertuang dalam Rencana Pemba-ngunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.


Pekanbaru Menuju Kota Dalam Taman

28 April 2021

Pekanbaru Menuju Kota Dalam Taman

Pusat perkantoran baru di Kecamatan Tenayan Raya menjadi percontohan pembangunan kota baru Kota Pekanbaru berbasis green city.


Ratusan Imam Masjid di Pekanbaru Ikut Vaksinasi Covid-19

22 April 2021

Ratusan Imam Masjid di Pekanbaru Ikut Vaksinasi Covid-19

MUI mengatakan imam di masjid paripurna, yang ikut vaksinasi Covid-19, ibarat ASN karena mendapat gaji dan tunjangan dari Pemda.