Setahun, Korban Crane Jatuh di Mekkah Belum Terima Santunan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jemaah haji di Masjidil Haram, Mekkah, dengan sejumlah crane. TEMPO/Gunawan Wicaksono

    Jemaah haji di Masjidil Haram, Mekkah, dengan sejumlah crane. TEMPO/Gunawan Wicaksono

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin membeberkan progres penanganan kasus jatuhnya crane di Masjidil Haram, pada ibadah haji 2015 lalu. Lukman mengatakan pemerintah Arab Saudi mulai mendata korban jatuhnya crane dengan tim yang dipimpin Gubernur Mekkah.

    Lukman mengatakan data lengkap korban tersebut akan dijadikan dasar untuk penggunaan dana oleh Kementerian Keuangan setempat. "Meski belum cair, tetapi ada progres," kata Lukman di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin 16 Januari 2017.

    Baca juga:

    Tragedi Crane Mekkah: Inilah Penyebab
    Korban Crane Roboh Belum Terima Santunan Raja Arab

    Pada September 2015, sebanyak 107 jamaah haji tewas dan 238 lainnya terluka setelah sebuah crane jatuh dan menimpa jemaah yang sedang berkumpul di Masjidil Haram di Mekah. Terdapat tujuh warga jemaah haji asal Indonesia yang tewas dalam insiden tersebut.

    Pascainsiden tersebut, Raja Salman Bin Abdul Aziz pun memerintahkan keluarga korban dibayar satu juta riyal (Rp 3,6 miliar) sebagai kompensasi. Dia juga memerintahkan pembayaran sebesar 500.000 riyal (Rp 1,8 miliar) bagi korban yang terluka.

    Namun, hingga 2016, korban crane roboh di Mekah, belum mendapat santunan yang dijanjikan pemerintah kerajaan Arab Saudi. Padahal insiden tersebut sudah lebih dari satu tahun berlalu.

    ARKHELAUS W

    Simak:

    Menag Lukman: Jangan Teruskan Sikap Menolak Kedatangan Tokoh 

    Aspirasi FPI ke Polri, Ancaman PKI hingga Insiden Jawa Barat


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Keunggulan Bahan Bakar Campuran Biodiesel B30 Saat Uji Coba

    Biodiesel B30 akan diluncurkan Presiden Joko Widodo atau Jokowi pada Desember 2019. Ini hasil B30 yang berbahan solar campur minyak kelapa sawit.