Proyek 'Skywalk' Cihampelas Bandung Molor  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sky Walk Cihampelas. Instagram.com

    Sky Walk Cihampelas. Instagram.com

    TEMPO.CO, Bandung - Jembatan khusus pejalan kaki alias Skywalk yang membentang sepanjang 450 meter dengan lebar 9 meter dan tinggi 4,6 meter di atas Jalan Raya Cihampelas, Kota Bandung, Jawa Barat, sudah terlihat rampung. Namun ternyata, jembatan tersebut belum bisa digunakan karena masih dalam proses penyelesaian. 

    Berita lain:

    Ridwan Kamil Calon Kuat Gubernur Jawa Barat Versi Instrat

    Proyek pembangunan jembatan ‎pedestrian tersebut ternyata molor dan perkembangannya baru selesai 87 persen, menurut Ika Rahmat Komara, ‎Humas PT Likatama Graha Mandiri, kontraktor pemenang tender pembangunan Skywalk Cihampelas.  ‎

    "Molor ‎sekitar 10 sampai 12 hari ke depan karena jam kerja kita terbatas jam cuma dari jam 00.00 WIB sampai 05.00 WIB pagi. Jadi kita tidak bisa bergerak cepat," kata ‎Ika saat ditemui di Jalan Cihampelas, Senin, 16 Januari 2017.

    ‎Ika menambahkan, sesuai kontrak, proyek senilai Rp 48 miliar tersebut ‎ seharusnya dikerjakan selama 120 hari mulai 20 September 2016. "Akhirnya sama pak Wali Kota diberikan tambahan waktu pengerjaan dari jam 20.00 WIB hingga 05.00 WIB. Akhir Januari ini dipastikan selesai," tutur Ika. 

    Pada bagian akhir pengerjaan Skywalk, kontraktor hanya tinggal merapikan lantai dan menyelesaikan 197 unit kios kecil untuk menampung PKL.  "Kios bervariasi, ada yang dua kali dua meter ada yang ‎tiga kali satu setengah meter," tutur Ika. 

    Ika menambahkan, material yang digunakan dalam pembanggunan konstruksi Skywalk Cihampelas  adalah besi baj‎a jenis H-Beam. Sementara untuk lantai sebagian menggunakan kayu,  keramik, beton hingga granit. Per meter persegi dipastikan bisa menahan berat beban hingga 300 orang. 

    PUTRA PRIMA PERDANA‎


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.