Satgas TNI Bantu Banjir Bima, Pulang Ke Surabaya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Kodim 1608 Bima menolong warga yang terjebak banjir bandang, 23 Desember 2016. TEMPO/Akhyar M Nur

    Anggota Kodim 1608 Bima menolong warga yang terjebak banjir bandang, 23 Desember 2016. TEMPO/Akhyar M Nur

    TEMPO.CO, Mataram - Wali Kota Bima M. Qurais H. Abidin melepas keberangkatan Satuan Tugas Kesehatan (Satgaskes) dan Batalyon Zeni Tempur (Yonzipur) TNI yang telah bertugas membantu penanganan bencana banjir Kota Bima kembali ke Surabaya, Minggu, 15 Januari 2017.

    Qurais menyampaikan terima kasih dan penghargaan atas segala dukungan TNI dalam menangani bencana banjir Kota Bima.

    Baca juga:
    Gubernur NTB Tempuh 12 Jam ke Lokasi Banjir Bima
    Pasca Banjir Bandang, BPBD: Kondisi Bima 90 Persen Pulih

    "Tidak ada ungkapan yang lebih tepat untuk kami sampaikan kepada seluruh anggota Satgaskes dan Yonzipur 10 TNI selain penghormatan dan penghargaan yang tulus," Qurais dalam keterangan tertulis yang diterima wartawan di Mataram.

    Dia mengatakan TNI hadir pada masa-masa suram ketika masyarakat Kota Bima dalam kondisi terpuruk setelah dua kali dihantam banjir bandang pada 21 dan 23 Desember 2016.

    "Dengan kegigihan, dorongan, dan teladan dari Satgaskes dan Yonzipur TNI, kami bersemangat bangkit dan memulihkan kondisi kota serta masyarakat," ujarnya. Ia pun menyampaikan permohonan maaf jika selama Satgaskes dan Yonzipur TNI berada di Kota Bima, ada hal-hal yang kurang berkenan.

    "Selamat jalan. Teriring doa semoga tiba di tempat tujuan dengan selamat. Semoga segala kebaikan yang Anda berikan kepada Kota Bima menjadi ladang pahala," ujarnya.

    Komandan Satgaskes Letkol Drg I Ketut Sukarnata mengatakan kedatangan Satgaskes membawa tiga tugas utama, di antaranya sesegera mungkin memberikan pelayanan kesehatan bagi korban banjir yang terluka atau sakit.

    Kemudian, melaksanakan upaya preventif agar warga yang sehat tidak menderita penyakit atau terluka, serta mengembalikan fungsi pelayanan kesehatan seperti saat kondisi normal. Bahkan, katanya, dalam 10 hari, upaya pemulihan fungsi layanan kesehatan telah berhasil dilaksanakan "Tinggal Puskesmas Asakota dan Paruga yang masih belum bisa berfungsi optimal karena banyak peralatan kesehatan dan obat-obatan yang rusak karena banjir," katanya.

    Satgaskes dan Yonzipur TNI telah bertugas selama 10 hari selama masa tanggap darurat bencana banjir Kota Bima. Hari Minggu, 15 Januari 2017, Satgaskes dan Yonzipur TNI kembali ke Surabaya dengan menggunakan KRI Surabaya 591.

    Sementara Komandan Yonzipur Mayor Czi Bayu Kurniawan menjelaskan, pasukannya tergabung dalam Satgas PRCPB (Satuan Tugas Pasukan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana).

    Selama bertugas, Yonzipur 10 Kostrad membantu pemerintah daerah selama masa tanggap darurat, terutama dalam kegiatan pembersihan.

    "Sehari setelah tiba di Kota Bima, pasukan ini langsung melaksanakan pembersihan sampah dan lumpur di beberapa kelurahan. Termasuk berbagai peralatan berat didatangkan untuk membantu kegiatan pembersihan, antara lain backhoe loader, excavator, dan dump truck," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Pemberantasan Rasuah Indonesia di Hari Antikorupsi Sedunia

    Wajah Indonesia dalam upaya pemberantasan rasuah membaik saat Hari Antikorupsi Sedunia 2019. Inilah gelap terang Indeks Persepsi Korupsi di tanah air.