Indonesia Adidaya, Hendropriyono: Jangan Berkelahi Sendiri  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi (ketiga kanan) dan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri (kedua kanan) didampingi Ketua Umum PKPI (kiri) dan Ketua Dewan Penasehat PKPI Try Sutrisno (kanan) menghadiri acara Peringatan HUT ke-18 PKP Indonesia di Jakarta, 15 Januari 2017. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    Presiden Jokowi (ketiga kanan) dan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri (kedua kanan) didampingi Ketua Umum PKPI (kiri) dan Ketua Dewan Penasehat PKPI Try Sutrisno (kanan) menghadiri acara Peringatan HUT ke-18 PKP Indonesia di Jakarta, 15 Januari 2017. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia, Hendropriyono, mengatakan Indonesia ditargetkan menjadi negara adidaya dan termasuk peringkat empat besar dunia pada 2045. Menurut dia, Indonesia mampu mencapai peringkat itu karena pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 5 persen di tengah banyaknya demonstrasi. 

    "Apa yang kita tidak bisa? Bisa. Asal kita jangan berkelahi sendiri, jangan hasut-menghasut. Siapa pun pemimpinnya, kita harus backup. Jangan terus jegal-menjegal, berusaha untuk menjelek-jelekan. Kapan kita maju?" kata Hendropriyono dalam HUT PKP Indonesia ke-18 di The Dharmawangsa, Jakarta, Ahad, 15 Januari 2017. 

    Menurut Hendropriyono, seperti yang termuat dalam platform partai, PKP Indonesia menolak praktek diktator mayoritas dan tirani minoritas. Dia berujar, partainya ingin menggalang persatuan dalam keberagaman sehingga tidak ada kerancuan dalam kebenaran tingkah laku antarkelompok dan golongan masyarakat.

    Hendropriyono berujar partainya juga turut aktif menumpas terorisme, radikalisme, dan segala bentuk kekerasan serta pemaksaan kehendak terhadap masyarakat.

    "Karena itu, PKPI harus terus berusaha agar organisasi-organisasi yang tidak berazaskan Pancasila bubar dan lenyap dari bumi pertiwi selamanya-lamanya," tuturnya. 

    Selain itu, menurut Hendropriyono, PKP Indonesia menolak setiap bentuk ancaman dan gangguan terhadap stabilitas pemerintahan.

    "Kami mendukung Presiden dan Wakil Presiden menegakkan kewibawaan sebagai kepala negara, kepala pemerintahan, dan pemegang kekuasaan tertinggi atas TNI AD, AL, dan AU," katanya. 

    ANGELINA ANJAR SAWITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gerhana Bulan Parsial Umbra Terakhir 2019

    Pada Rabu dini hari, 17 Juli 2019, bakal terjadi gerhana bulan sebagian. Peristiwa itu akan menjadi gerhana umbra jadi yang terakhir di tahun 2019.