Presiden Jokowi Terima Shinzo Abe di Istana Bogor

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi berbicara dengan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe saat melakukan pertemuan di Tokyo, Jepang, 18 Desember 2015. AP/Eugene Hoshiko/Pool

    Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi berbicara dengan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe saat melakukan pertemuan di Tokyo, Jepang, 18 Desember 2015. AP/Eugene Hoshiko/Pool

    TEMPO.CO, Bogor--Presiden Joko Widodo menerima kunjungan kenegaraan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe. Acara penyambutan dilakukan di Istana Bogor, Minggu, 15 Januari 2017.

    Abe tiba di Istana Bogor sekitar pukul 16.00 dalam cuaca yang mendung sejak siang hari. Begitu tiba di pintu gerbang Istana, mobil yang dikendarai Abe berjalan melambat diiringi marching band dari Pasukan Pengamanan Presiden. Terdapat pula puluhan Paspampres yang mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia.

    Pertemuan Jokowi dan Abe akan diisi pembicaraan bilateral. Pembicaraan kedua pemimpin itu akan fokus pada peningkatan kerja sama di bidang ekonomi. "Fokus pembicaraan nanti adalah ekonomi," kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi pada Rabu lalu.

    Abe juga memimpin delegasi sekitar 30 CEO perusahaan Jepang. Setelah melakukan pembicaraan dengan Abe, Jokowi akan menerima audiensi dengan para CEO tersebut.

    Jepang merupakan salah satu mitra terpenting Indonesia di bidang ekonomi. Tahun lalu, misalnya, angka perdagangan bilateral kedua negara mencapai lebih dari US$ 31 miliar. Sedangkan dari angka investasi, Jepang merupakan investor kedua terbesar Indonesia. Selama periode Januari-September 2016, nilai investasi Jepang mencapai US$ 4,5 miliar.

    Meski memfokuskan pembicaraan di bidang ekonomi, Retno mengatakan tak menutup kemungkinan pertemuan Jokowi-Abe juga membahas hal lain. "Saya hampir pastikan, dalam pertemuan tersebut, Presiden dan Perdana Menteri juga akan membahas situasi politik, situasi dunia saat ini seperti apa, bagaimana kita bisa bekerja sama dengan Jepang, dan lain-lain," ucapnya.

    AMIRULLAH SUHADA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Para Pencari Suaka Afganistan dan Data Sejak 2008

    Para pencari suaka Afganistan telantar di depan Kementerian BUMN di Jakarta pada Juli 2019. Sejak 2008, ada puluhan ribu pencari suaka di Indonesia.