Diduga Konflik Pilkades, Sekretaris Desa di Madura Dibacok  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Celurit. (puisianwari.blogspot.com)

    Celurit. (puisianwari.blogspot.com)

    TEMPO.CO, Bangkalan – Sekretaris Desa Banyuning Laok, Kecamatan Geger, Kabupaten Bangkalan, Madura, Basid, dibacok orang tak dikenal. Akibatnya, pria 35 tahun itu mengalami luka parah pada lengan bagian kanan hingga nyaris putus. “Dibacok tadi malam,” kata Kepala Kepolisian Sektor Geger Ajun Komisaris Andi Bahtera, Minggu, 15 Januari 2017. 

    Menurut Andi, pembacokan terjadi pada Sabtu, 14 Januari 2017, sekitar pukul 17.00. Saat itu korban sedang dalam perjalanan pulang ke rumahnya. Namun, sesampai di Jalan Raya Geger, dua orang berboncengan sepeda motor memepetnya dari arah belakang dan kemudian membacok lengan kanannya. 

    Setelah dibacok, kata Andi, Basid menghentikan sepeda motornya. Khawatir diserang lagi oleh pelaku, Basid menyelamatkan diri dengan berlari ke rumah warga terdekat. Adapun dua pelaku langsung kabur. “Oleh warga, Basid diantar ke Puskesmas Galis, karena lukanya parah. Korban kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Syamrabu,” ujarnya. 

    Andi berujar, polisi masih kesulitan mengungkap siapa pelaku pembacokan. Selain minimnya saksi di tempat kejadian, hingga kini Basid belum dapat dimintai keterangan karena masih mengeluh pusing-pusing pascaoperasi. “Tapi tetap kami selidiki, langkah awal yang dilakukan menggelar olah TKP dan memeriksa warga sekitar TKP,” tuturnya.

    Menurut desas-desus yang beredar, pembacokan diduga kuat terkait pemilihan kepala desa di Desa Banyuneng Laok yang sempat memanas. Apalagi Basid menjabat sebagai sekretaris desa. “Kami belum menemukan kaitan dengan pilkades, kami tidak menyelidiki berdasarkan isu,” kata Andi Bahtera.

    MUSTHOFA BISRI



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.