ITB dan Perguruan Tinggi di Swiss Tantang Inovator Indonesia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gedung Aula Barat di lingkungan kampus Institut Teknologi Bandung (ITB). TEMPO/ A. Andrian

    Gedung Aula Barat di lingkungan kampus Institut Teknologi Bandung (ITB). TEMPO/ A. Andrian

    TEMPO.CO, Bandung - Sekolah Bisnis dan Manajemen - Institut Teknologi Bandung bekerja sama dengan School of Business at University of Applied Sciences and Arts Northwestern Switzerland menghelat Swiss Innovation Challenge Asia wilayah Indonesia. Inovasi bisnis yang telah dijalankan maupun baru sebatas ide, bisa disertakan. Hadiah juara pertamanya berupa uang lebih dari Rp 195 juta.

    Ketua Panitia yang juga Project Manager Swiss Innovation Challenge Indonesia 2017, Leo Aldianto mengatakan, kompetisi tersebut bagian dari Swiss Innovation Challenge Asia yang diselenggarakan juga di Malaysia, Thailand, dan Vietnam. “Ini adalah suatu program unik yang menyatukan kompetisi inovasi dengan dukungan untuk membawa ide inovasi atau inovasi yang sedang dibuat ke tingkatan yang lebih tinggi,” katanya, Ahad, 15 Januari 2017.

    Peserta Swiss Innovation Challenge dapat berupa perseorangan maupun berbentuk tim atau organisasi. Peserta akan memasuki program ini dengan tingkatan inovasi berbeda, mulai dari ide sampai inovasi yang sudah diimplementasikan. Inovasi yang diikutsertakan, kata Leo, dapat berupa inovasi produk, inovasi proses, inovasi pada organisasi, maupun inovasi bisnis.

    Pendaftaran mulai dibuka sejak 13 Januari 2017 dan akan ditutup pada 31 Januari 2017 tanpa pungutan biaya. Peserta yang mendaftar juga diminta menjelaskan secara singkat, maksimal 400 karakter, soal inovasi bisnis yang diajukan melalui alamat http://www.swisschallenge.org/overview/application/.

    Program tersebut akan berlangsung selama 9 bulan, dengan tiga tahapan umum. Fase pertama mulai Januari – Maret 2017, setiap peserta akan diminta untuk menjelaskan Ide Bisnis atau Ide Inovasi. Selanjutnya pada fase kedua, April – Juni 2017, peserta diminta membuat rencana bisnis berdasarkan ide dari fase pertama.

    Lalu pada fase ketiga, Juli – Sepetember 2017, peserta diminta untuk membuat rencana bisnis yang lebih rinci dan menyiapkan rencana implementasi. Pada tiap fase tersebut, kata Leo, program Swiss Innovation Challenge Indonesia memberikan dukungan dalam bentuk pelatihan agar peserta bisa melewati proses tahapan.

    Swiss Innovation Challenge menyiapkan tim juri dan tim pelatihan dari kalangan akademisi, entrepreneur, dan investor. Program ini juga memberikan kesempatan pada peserta untuk memperluas jaringan mereka dengan pihak investor, pengusaha, maupun komunitas lain di bidang entrepreneurship dan inovasi.

    Panitia pun menyediakan hadiah uang US$ 15 ribu untuk juara pertama, US$ 5 ribu bagi pemenang kedua, dan juara ketiga US$ 3 ribu. Pemenang dari Indonesia mendapatkan kesempatan untuk berkompetisi dengan peserta dari negara lain dalam ajang Swiss Innovation Challenge Asia 2017.

    ANWAR SISWADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mereka yang Dianggap Layak Jadi Menteri, Tsamara Amany Disebut

    Nama-nama yang dianggap layak menjabat menteri kabinet Jokowi - Ma'ruf kuat beredar di internal partai pendukung pasangan itu. Tsamara Amany disebut.