Menteri Nasir Beharap Kapal Pelat Datar Diproduksi Tahun Ini

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristek), Muhammad Nasir. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristek), Muhammad Nasir. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir berkunjung ke Gunung Steel Group (GSG) di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat hari ini, Ahad, 14 Januari 2017. Kedatangannya dalam rangka mengecek kesiapan pabrik untuk memproduksi massal Kapal Pelat Datar yang merupakan hasil inovasi PT Juragan Kapal.

    Nasir menjelaskan Kapal Pelat Datar ini telah diuji coba sebelumnya pada 20 Agustus 2016 di Kepulauan Seribu, Jakarta. "Dengan terlaksananya uji coba ini, maka dilanjutkan dengan proses pabrikasi sebagai upaya komersialisasi produk," kata Nasir.

    Pabrikasi kapal ini merupakan hasil kerja sama antara PT Juragan Kapal Indonesia dengan GSG. PT Juragan Kapal merupakan binaan Direktorat Inovasi dan Inkubator Bisnis (DIIB) Universitas Indonesia dan Kemenristekdikti sejak 2013. Adapun GSG merupakan produsen baja nasional dengan kapasitas produksi 2,5 juta ton/tahun. "Diharapkan, kapal dapat diproduksi massal pada tahun ini," tuturnya.

    Kapal Plat Datar ini mempunyai spesifikasi 10 Gross Tonnage (GT) dengan ukuran panjang 13.5 meter dan menggunakan baja sebagai material utama.

    Kapal baja dengan teknologi Kapal Pelat Datar pertama di Indonesia ini, dapat menjadi solusi alternatif kapal kayu dan kapal fiberglass. Keunggulan kapal ini datang dari produktivitas dan efisiensi produksi karena konstruksinya yang sederhana dan bisa diproduksi secara cepat dan murah. "Kalau dari kayu, ukuran 10 GT ongkosnya di atas Rp 450 juta. Kalau dari fiber semua bahan bakunya impor, kena PPN, bila harganya naik, harga kapal juga naik," ucapnya.

    Direktur GSG Ken Pangestu mengatakan pihaknya mendukung produksi massal kapal ini. Pasalnya, menurut dia, kapasitas baja nasional over supply dan bermutu tinggi. "Sayangnya selalu dinformasikan baja nasional kita tidak cukup," tuturnya.

    Chief Executive Officer Juragan Kapal Adi Lingson mengatakan, produksi kapal ini sangat cepat. Sebab, inovasi baja pelat datar membuat kapal ini tidak memiliki lengkungan sama sekali. "Kapal ini bisa dibuat di mana saja asal ada tukang lasnya. Tinggal merakit potongan-potongan bajanya," ucapnya.

    Menurut Nasir, produksi massal kapal ini akan mendukung program menjadikan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia. Selain itu, Kemenristekdikti mendukung pembuatan kapal hasil ini dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat dan program kapal Pemerintah.

    AHMAD FAIZ 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.