Tips Memerangi Hoax Ala Gus Mus

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Salah seorang tokoh dan cendikiawan muslim Indonesia, KH Ahmad Mustofa Bisri (kanan), didampingi moderator Mohamad Guntur Romli (kiri), berbicara tentang

    Salah seorang tokoh dan cendikiawan muslim Indonesia, KH Ahmad Mustofa Bisri (kanan), didampingi moderator Mohamad Guntur Romli (kiri), berbicara tentang "Islam dan Iman", pada acara Pemutaran Film dan Diskusi bertajuk "Lautan Wahyu", di Goethe-haus, Jakarta, Rabu malam (1/12). Acara "Lautan Wahyu", yang membicarakan mengenai hakikat ajaran agama Islam tersebut, akan berlangsung juga pada 8, 15 dan 20 Desember 2010, di tempat itu. Foto ANTARA/Dodo Karundeng

    TEMPO.CO, Rembang - Pengasuh Pondok Pesantren Roudlatuth Tholibin Rembang K.H. Ahmad Mustofa Bisri alias Gus Mus mengatakan di media sosial sebenarnya sudah ada fasilitas untuk memerangi hoax. Misalnya, di akun seseorang ada fasilitas block, remove maupun unfriend.

    Namun, fasilitas ini sering tak digunakan. “Pokoknya akun yang mengajak berantem, siapapun, alasannya apapun, tolak saja. Jangan dihiraukan. Kalau masih ngeyel ya diblokir,” ucap Gus Mus memberikan tips dalam wawancara dengan Tempo, Kamis malam, 5 Januari 2017.

    Baca juga:
    Alasan Gus Mus Minta Kemenag Tak Terjemahkan Alquran
    Polemik Pabrik Semen Rembang Meruncing, Begini Kata Gus Mus

    Gus Mus adalah sosok kiai pesantren yang akrab dengan perkembangan zaman. Sejak lama, Gus Mus menggunakan media sosial dengan akun di Twitter @gusmusgusmu dengan jumlah pengikut sudah mencapai 850 ribu pengikut.

    Menurut Gus Mus, jika cerdas menggunakan media sosial, maka masyarakat akan mendapatkan manfaat. Sebab, di media sosial terdapat ahli fikih, sejarah, sastra, dan sebagainya. Bahkan ada presiden, wakil presiden, gubernur, bupati-bupati dan lain-lain yang berjejaring di media sosial. Menurut Gus Mus, tak harus di sekolah atau pesantren.

    Namun, Gus Mus juga menyarankan agar pengguna hati-hati dalam menyerap informasi dari media sosial. “Tidak boleh asal share. Perlu tabayun dulu. Yang omong siapa? Kalau ada orang ngomong fikih, apa dia ahli fikih? Gurunya siapa? Sekolahnya dimana? Kita perlu tahu rekam jejak (penulis),” kata Gus Mus.

    Gus Mus menambahkan pemerintah harus tahu dan menganggap masalah peredaran hoax ini sebagai masalah serius. Karena menjadi masalah serius, Gus Mus setuju jika pemerintah memblokir situs-situs yang mengabarkan berita bohong. 

    ROFIUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru E - Commerce yang Tertuang dalam PP PMSE

    Pemerintah resmi menerbitkan regulasi tentang e-commerce yang tertuang dalam PP PMSE. Apa yang penting dalam aturan baru tersebut?