Penolakan Wasekjen MUI, Bupati Sintang Akui Kecolongan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga suku Dayak menolak kedatangan Wasekjen MUI, Tengku Zulakrnain. twitter.com

    Warga suku Dayak menolak kedatangan Wasekjen MUI, Tengku Zulakrnain. twitter.com

    TEMPO.CO, Pontianak - Bupati Sintang Jarot Winarno mengatakan keprihatinan dengan kejadian penolakan Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia Tengku Zulkarnain oleh sejumlah ormas Dayak. Ia mengaku tak mengetahui kedatangan Zulkarnain.

    “Saat itu saya hadir di pelantian DAD Sintang. Tiba-tiba dapat laporan hal ini. Kami akan dalami ada apa dengan aksi penolakan tersebut,” katanya, Jumat 13 Januari 2017. Jarot akan menggandeng para pihak yang terkait dalam peristiwa ini untuk bermusyawarah dan mencari akar permasalahan melalui dialog.

    Baca juga:

    Begini Penghadangan MUI dan FPI oleh Warga Dayak di Sintang
    Datangi Polda, Massa Desak Penghadang Wasekjen MUI Ditahan

    Kepala Polda Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Musyafak mengatakan Wakil Sekjen Majelis Adat Dayak Nasional, Yakobus Kumis sudah melakukan komunikasi dan meminta maaf karena insiden tersebut.

    “Beliau menyatakan ada kesalahanpahaman dalam kasus ini. Semuanya spontan, seluruh pejabat Sintang kecolongan," katanya.

    Kata Musyafak, Ketua MUI Sintang tidak memberitahukan kedatangan Wasekjen MUI, Tengku Zulkarnain. “Jika tahu, mungkin akan dilakukan pengamanan,” katanya. Undangan tabligh akbar tersebut, kata Musyafak, adalah undangan dari MUI Sintang, bukan dari Pemda.

    Terkait dengan pengamanan Bandara Susilo Sintang, Musyafak menyatakan polisi tidak mempunyai kewenangan pengamanan di wilayah tersebut. Setiap pelabuhan, baik darat, laut dan udara ada institusi yang berwenang dalam mengamankan kawasan objek vital tersebut.

    Simak:

    Kronologis Penolakan Wasekjen MUI di Kabupaten Sintang

    “Ada Costum, Security, Imigrasi di situ. Keberadaan Pos Polisi juga berada di luar apron. Polisi hanya hadir jika sewaktu-waktu operator Bandara memerlukan,” katanya. Aturan tersebut, kata dia, berlaku di seluruh bandara.

    Polisi juga tidak dapat mengusut kepemilikan Mandau atau senjata tajam suku Dayak, sebagai pelanggaran hukum. Lantaran Mandau merupakan salah satu atribut adat yang dikenakan massa dalam kegiatan pelantikan Ketua DAD Sintang. Polisi juga akan melakukan pengamanan terhadaptiga daerah kabupaten lainnya yang akan dikunjungi Wasekjen MUI, Tengku Zulkarnai.

    Dia meminta warga tidak melakukan aksi-aksi yang dapat menyebabkan timbulnya gangguan Kamtibmas. Polda Kalbar akan mengerahkan personel untuk mengamankan daerah-daerah yang akan dikunjungi Tengku Zulkarnain. “Perintah saya bukan hanya kepada daerah yang akan disinggahi Pak Tengku, tapi kepada seluruh jajaran Polres di Kalbar,” imbuhnya.

    ASEANTY PAHLEVI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.