Panen Raya, Harga Cabai Rawit di Malang Tetap Mahal

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pedagang cabai rawit. TEMPO/Prima Mulia

    Pedagang cabai rawit. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Malang- Panen raya cabai rawit sedang berlangsung di wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur. Panen raya terutama kelihatan di tiga kecamatan yang jadi sentra produksi cabai, yaitu Ngantang, Pujon, dan Turen.

    Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Malang M. Nasri Abdul Wahid mengatakan, persediaan beberapa jenis cabai di daerahnya sangat melimpah. Tanaman yang terserang hama dan terdampak cuaca hanya sekitar sepuluh sampai 15 persen dari 4.200 hektare seluruh lahan tanaman cabai, dengan total produksi per tahun mencapai 63 ribu ton.

    “Produksi semua jenis cabai aman untuk memenuhi kebutuhan pasar. Masalahnya di harga saja, terutama untuk cabai rawit,” kata Nasri, Jumat, 13 Januari 2017.

    Meski di berbagai pasar harga cabai rawit turun Rp 4 per kilogram, harga cabai masih cukup tinggi. Harga cabai rawit di tingkat grosir turun dari kisaran Rp 82 ribu menjadi Rp 78 ribu per kilogram. Adapun harga satu kilogram cabai rawit di tingkat pengecer atau di pasar tradisional malah lebih tinggi lagi, antara Rp 90 ribu sampai Rp 100 ribu.

    Menurut Nasri, masih mahalnya cabai rawit dipicu faktor psikologis dan cuaca. Musim hujan membuat para pedagang menunda pengiriman cabai ke Jakarta dan beberapa kota lain lantaran takut cabai membusuk selama dalam perjalanan. Kondisi ini dimanfaatkan para spekulan dengan memainkan harga di pasaran.

    Nasri hingga sekarang tak habis pikir kenapa harga cabai rawit tetap tinggi di saat panen melimpah dan tingkat konsumsi cabai rawit tidak setinggi saat masa Lebaran tahun lalu.

    Sebaliknya, kata dia, petani justru tidak suka harga tinggi cabai rawit karena hasil panen mereka tidak sepenuhnya terserap pasar. Akibatnya, banyak cabai membusuk dan tentu saja petani merugi.

    Pada tahun ini diperkirakan produksi cabai rawit bertambah 300 ton sehingga harga cabai harusnya stabil di kisaran Rp 30 ribu per kilogram. Ini dengan catatan seluruh produksi petani terserap pasar dan bukan malah dimanfaatkan spekulan.

    ABDI PURMONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.