Sidang Dahlan Iskan, Jaksa Hadirkan 4 Saksi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan (kiri) bergegas seusai diperiksa terkait kasus korupsi penjualan aset PT Panca Wira Usaha (PWU) di Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Surabaya, 27 Oktober 2016. Dahlan menjadi tersangka penjualan aset saat menjabat Direktur Utama PT PWU. ANTARA/Umarul Faruq

    Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan (kiri) bergegas seusai diperiksa terkait kasus korupsi penjualan aset PT Panca Wira Usaha (PWU) di Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Surabaya, 27 Oktober 2016. Dahlan menjadi tersangka penjualan aset saat menjabat Direktur Utama PT PWU. ANTARA/Umarul Faruq

    TEMPO.CO, Jakarta – Sidang lanjutan perkara dugaan korupsi penjualan aset BUMD milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur, PT Panca Wira Usaha, dengan terdakwa Dahlan Iskan kembali digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Surabaya, Jumat, 13 Januari 2017. Sidang dilanjutkan setelah Dahlan berobat ke luar negeri.

    Dalam sidang kali ini, jaksa penuntut umum menghadirkan empat saksi untuk pelepasan aset PT PWU di Kediri dan Tulungagung. Mereka adalah Direktur PT Sempulur Adi Mandiri, Sam Santoso; Direktur Utama PT Sempulur, Oepojo Sardjono; serta dua mantan karyawan notaris Warsiki Poernomowati, Sri Indrawati dan Muhammad Ridwan.

    Baca juga:
    Kenapa Deddy Mizwar Iri dengan Tiga Provinsi Tetangga?
    Pungli E-KTP, Pegawai Kecamatan Tapung di Kampar Diciduk

    Sidang dimulai sekitar pukul 10.15. Dari empat saksi yang dipanggil, Dirut PT Sempulur Adi Mandiri, Sam Santoso, belum hadir saat sidang dimulai. “Satu saksi belum hadir, Yang Mulia,” kata jaksa Trimo kepada hakim ketua Tahsin tanpa menjelaskan alasan ketidakhadiran saksi kunci yang dinilai terlibat dalam proses jual-beli aset PT PWU di Kediri dan Tulungagung itu.

    Dalam kesaksiannya, Oepojo Sardjono mengaku pertama kali mengetahui terdakwa ketika membuat akta jual-beli aset di Kediri di hadapan notaris Warsiki Poernomowati pada 3 Juni 2003. Dia mengaku tidak tahu-menahu tentang proses jual-beli aset itu. “Semua yang ngurus Pak Sam. Saya hanya diajak kongsi Pak Sam,” katanya.

    Menurut Oepojo, proses negosiasi dan transaksi jual-beli aset PT PWU di Kediri dilakukan sebelum dibentuknya PT Sempulur. “Apakah sebelumnya ada tender atau tidak, saya tidak tahu. Saya hanya diajak kongsi,” ujarnya. Dari kongsi itu, dia mendapatkan saham di PT Sempulur sebesar 25 persen. “Selebihnya milik Pak Sam,” katanya.

    Oepojo percaya kepada Sam Santoso, termasuk mengenai apa saja yang dilakukan Sam, karena kepemilikan sahamnya minoritas. Termasuk pembelian aset PT PWU di Tulungagung. “Masak, punya saham kecil tanya macam-macam.” Menurut dia, pihaknya baru mengetahui bahwa PT PWU adalah perusahaan yang akan menjual aset setelah dilibatkan Sam dalam pembelian aset di Tulungagung.

    Sidang akan kembali dilanjutkan pada pukul 13.00 setelah salat Jumat dengan mendengarkan kesaksian Oepojo Sardjono serta dilanjutkan kesaksian dua mantan karyawan notaris, Warsiki Poernomowati, Sri Indrawati dan Muhammad Ridwan.

    NUR HADI

    Simak juga
    Ini Alasan Wasekjen MUI Akan Datangi Sintang Lagi
    Wasekjen MUI Beberkan Cerita Penghadangan Suku Dayak



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.