Ketua MPR: Asing Bisa Kelola Pulau Indonesia, Asalkan...

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua MPR Zulkifli Hasan setelah mengikuti Salat Id di Mesjid Istiqlal Jakarta, 6 Juli 2016. TEMPO/Arkhelaus Wisnu

    Ketua MPR Zulkifli Hasan setelah mengikuti Salat Id di Mesjid Istiqlal Jakarta, 6 Juli 2016. TEMPO/Arkhelaus Wisnu

    TEMPO.CO, Jakarta -Ketua MPR RI Zulkifli Hasan mengatakan Indonesia adalah negara berdaulat sehingga jika ada asing yang ingin berinvestasi menempati pulau di Indonesia, pulau tersebut harus tetap milik Indonesia dan turut menjaga kedaulatan Indonesia.

    "Asing bisa saja menempati pulau di Indonesia tapi hanya menempati untuk waktu tertentu," kata Zulkifli Hasan, di Jakarta, Jumat, 13 Januari 2017.

    Menurut Zulkifli, dirinya belum mengetahui persis ada negara lain yang dipersilakan untuk menempati pulau di Indonesia hingga memberikan nama pulau tersebut.

    Namun prinsipnya, kata dia, jika ada asing yang ingin berinvestasi di Indonesia untuk menempati pulau, maka pulau tetap harus tetap milik Indonesia dan turut menjaga kedaulatan Indonesia.

    Baca:

    Diduga Dibeli WNA, Warga Desak Inventarisasi Lahan Enggano

    Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menyatakan, mempersilakan Jepang mengelola dan menamai pulau di Indonesia jika ingin menggunakannya untuk investasi.

    "Jepang minta, katanya boleh tidak kami ada satu daerah tertentu untuk elderly (lansia)?. Saya bilang, silakan saja bikin kampung di sana tapi tidak akan pernah jual pulau itu," kata Luhut Binsar Panjaitan dalam jumpa pers, di Jakarta, Senin (9/1).

    Mantan Menko Polhukam itu menyebut, Jepang bahkan berminat untuk menjadikan Pulau Morotai di Sulawesi Utara, sebagai salah satu wilayah sasaran rencana tersebut.

    Luhut juga menawarkan pulau-pulau eksotik lainnya untuk dapat dikelola Jepang, termasuk diberi nama oleh negeri sakura.

    Menurut dia, masih ada sekitar 4.000 pulau di Indonesia yang belum memiliki nama. Namun, pemberian nama pulau Indonesia oleh Jepang tidak berarti Pemerintah Indonesia menjual pulau tersebut kepada asing.

    ANTARA

    Baca juga:
    Pangdam Wirabuana: Masyarakat Harus Berperan Awasi TKA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Keunggulan Bahan Bakar Campuran Biodiesel B30 Saat Uji Coba

    Biodiesel B30 akan diluncurkan Presiden Joko Widodo atau Jokowi pada Desember 2019. Ini hasil B30 yang berbahan solar campur minyak kelapa sawit.