Pemerintah Malaysia Deportasi 726 TKI Bermasalah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah TKI ilegal dipulangkan dari Malaysia menggunakan pesawat Hercules, tiba di bandara Juanda, Surabaya, 24 Desember 2014. TEMPO/Fully Syafi

    Sejumlah TKI ilegal dipulangkan dari Malaysia menggunakan pesawat Hercules, tiba di bandara Juanda, Surabaya, 24 Desember 2014. TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO.COKuala Lumpur - Pemerintah Malaysia pada 11 dan 12 Januari 2017 telah mendeportasi 726 warga negara Indonesia (WNI) atau tenaga kerja Indonesia (TKI) bermasalah, yang terdiri atas 412 laki-laki, 142 perempuan, sembilan anak laki-laki, dan delapan anak perempuan. 

    "Sebanyak 726 orang tersebut merupakan WNI yang ditangkap dalam operasi Pendatang Asing Tanpa Izin (PATI) dan telah menjalani masa hukuman di berbagai tempat di Semenanjung Malaysia," kata Kepala Fungsi Penerangan, Sosial, dan Budaya KJRI Johor Bahru Dewi Lestari di Kuala Lumpur, Kamis, 12 Januari 2017.

    Dewi mengatakan pelanggaran yang dilakukan WNI tersebut pada umumnya berupa pelanggaran keimigrasian atau overstayer, pendatang ilegal murni, serta tidak memiliki permit kerja.

    "Mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia, di antaranya Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Lampung, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur," kata Dewi.

    KJRI Johor Bahru telah melakukan proses identifikasi, pengecekan kewarganegaraan, dan mempersiapkan kelengkapan dokumen Surat Perjalanan Republik Indonesia (SPRI) atay Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) kepada WNI yang dideportasi tersebut. Mereka dipulangkan ke Indonesia menggunakan kapal feri dari Johor ke Tanjung Pinang, Kepulauan Riau. Adapun deportasi tersebut merupakan deportasi pertama yang dilakukan pada tahun ini.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berbagai Cara dalam Menekan Pelanggaran Batasan Bawaan Penumpang

    Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terus berupaya menekan pelanggaran batasan bawaan penumpang dari luar negeri di pintu masuk bandara.