Menhan: Penambahan Pasukan TNI Di Titik Perbatasan Dihitung

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasukan Infantri Yonif 644/Walet Sakti Satgas Pengamanan Perbatasan Indonesia - Malayasia Kompi Senapan B Pos Sei Saparan saat melakukan patroli perbatasan di wilayah Saparan, Kalimantan Barat, 28 Januari 2016. Saat ini, kedua negara sudah menunjuk utusan untuk melakukan negosiasi mengenai perbatasan. TEMPO/Subekti

    Pasukan Infantri Yonif 644/Walet Sakti Satgas Pengamanan Perbatasan Indonesia - Malayasia Kompi Senapan B Pos Sei Saparan saat melakukan patroli perbatasan di wilayah Saparan, Kalimantan Barat, 28 Januari 2016. Saat ini, kedua negara sudah menunjuk utusan untuk melakukan negosiasi mengenai perbatasan. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan penambahan pasukan TNI di titik terluar Indonesia atau wilayah perbatasan harus dihitung lebih dulu sebelum bisa diwujudkan. Sehingga penyebaran pasukan bisa merata.

    "Lagi dihitung, diberi waktu sebulan. Dulu, saya ini 10 tahun lebih di perbatasan," ujarnya ketika dicegat di Istana Kepresidenan, Kamis, 12 Januari 2017.

    Baca:
    Presiden Minta Pasukan TNI di Perbatasan Ditambah

    Sebagaimana diberitakan sebelumnya, dalam rapat terbatas TNI di Istana Kepresidenan hari ini, Presiden Joko Widodo mengaku kecewa dengan pemanfaatan wilayah-wilayah terluar Indonesia. Bahkan ia menyebut penempatan pasukan TNI di sana tidak maksimal atau masih kurang.

    Jokowi menyebut ada empat titik terluar Indonesia yang pemanfaatan dan penjagaannya lemah. Keempat titik itu, di antaranya titik paling utara sebelah timur, titik utara sebelah barat, titik selatan bagian timur, dan titik selatan bagian barat. Pemanfaatan dan pengembangan titik tersebut, kata Jokowi, bisa memicu pemerataan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

    Ryamizard melanjutkan, penempatan pasukan di perbatasan kemungkinan akan dilakukan dengan memindahkan pasukan yang berada di Jawa. Menurut ia, pasukan TNI yang berada di Jawa saat ini sudah terlalu banyak sehingga perlu disebar ke daerah lain.

    "Jangan kayak sekarang, semuanya di Jawa. Itu enggak bagus," ujarnya.

    ISTMAN MP

    Simak juga:
    Temui Jokowi, Dubes Amerika Tak Sempat Bahas Terorisme
    Jokowi: Aturan Minerba Harus Menguntungkan Indonesia
    Di Depan Jokowi-JK, Mega: Anak PDIP Nakal-nakal, tapi...


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Para Pencari Suaka Afganistan dan Data Sejak 2008

    Para pencari suaka Afganistan telantar di depan Kementerian BUMN di Jakarta pada Juli 2019. Sejak 2008, ada puluhan ribu pencari suaka di Indonesia.