FPI Ikut Bela Negara, Menhan: Yang Radikal Bisa Larut

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu usai penyerahan tanda kehormatan Yudha Dharma Utama di kantor Kemenkopolhukam, Jakarta, 28 Juni 2016. TEMPO/Yohanes Paskalis

    Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu usai penyerahan tanda kehormatan Yudha Dharma Utama di kantor Kemenkopolhukam, Jakarta, 28 Juni 2016. TEMPO/Yohanes Paskalis

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mempersilakan jika organisasi massa Front Pembela Islam (FPI) ingin mengikuti bela negara. Bahkan, ia mengatakan bela negara wajib diikuti oleh warga negara Indonesia.

    "FPI, kita berikan Pancasila kalau dia mau, ya tidak ada masalah. Jadi yang dikatakan radikal-radikal itu akan larut," kata Ryamizard di kantornya, Kamis, 12 Januari 2017.

    Baca: Penjelasan TNI Soal Latihan Bela Negara dengan Anggota FPI

    Selain itu, Ryamizard mengatakan pihaknya siap mengajak organisasi massa tersebut untuk mengikuti pelatihan bela negara. Ia memastikan bela negara bukanlah latihan militer.

    "Kita buang pemahaman yang tidak benar, kita isi dengan pemahaman kita, yakni Pancasila," kata dia.

    Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo juga memberi peluang apabila organisasi FPI hendak mengikuti bela negara. "Setiap warga negara, berhak. Tapi tergantung seleksinya," kata dia.

    Tjahjo pun mengatakan pemerintah tengah menyiapkan payung hukum untuk kebijakan Bela Negara. Menurut Tjahjo, bela negara kini sudah menjadi kebutuhan untuk segera dilaksanakan.

    Menurut Tjahjo, bela negara harus termuat sebagai kurikulum pada setiap jenjang pendidikan dari Sekolah Dasar hingga Perguruan Tinghi. "Kalau tidak, nanti, 100 tahun lagi orang ditanya apa pancasila, siapa pendiri republik ini, mereka tidak tahu kan repot," kata dia.

    ARKHELAUS W

    Baca:
    Latih FPI Bela Negara, Dandim Lebak Dicopot
    Setara Institute Kritik Latihan TNI-FPI Bentuk Milisi Sipil


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Utang BUMN Sektor Industri Melonjak, Waskita Karya Paling Besar

    Sejumlah badan usaha milik negara di sektor konstruksi mencatatkan pertumbuhan utang yang signifikan. Waskita Karya menanggung utang paling besar.