Hadiri Pelantikan Pejabat Klaten, Ganjar Pranowo Malu

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tersangka dugaan suap terkait promosi dan mutasi jabatan di lingkungan Kabupaten Klaten, Sri Hartini tiba untuk menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, 11 Januari 2017. Bupati Klaten nonaktif tersebut diperiksa sebagai saksi dalam kasus yang sama dengan tersangka Suramlan. ANTARA FOTO

    Tersangka dugaan suap terkait promosi dan mutasi jabatan di lingkungan Kabupaten Klaten, Sri Hartini tiba untuk menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, 11 Januari 2017. Bupati Klaten nonaktif tersebut diperiksa sebagai saksi dalam kasus yang sama dengan tersangka Suramlan. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Katen - Acara pengambilan sumpah janji, pengukuhan, dan pelantikan pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Klaten pada Kamis siang, 12 Januari 2017, menjadi ajang bagi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk mengungkapkan kekecewaannya terhadap kasus dugaan jual-beli jabatan yang berujung pada operasi tangkap tangan Bupati Klate Sri Hartini oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.

    “Saya kira kita semua punya rasa malu karena kita punya kemaluan. Malu sama Tuhan, malu sama  rakyat,” kata Ganjar saat memberikan pidatonya di hadapan 720 pejabat baru di Pendopo Komplek Pemkab Klaten. Ganjar mengatakan, seusai pilkada serentak di 17 daerah di Jawa Tengah pada 2015, seluruh kepala daerah yang terpilih dia antar ke KPK untuk mengikuti Training of Trainer (TOT).

    “Untuk TOT, bukan untuk OTT (operasi tangkap tangan),” kata Ganjar. Bukan hanya TOT di KPK yang ditempuh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk menyadarkan para kepala daerah ihwal tugas mereka sebagai pelayan rakyat. “Disumpah sudah, (tanda tangan) pakta integritas sudah, latihan sudah bolak-balik, terus nganggo coro opo neh (pakai cara apa lagi),” kata Ganjar.

    Ganjar berujar, saat KPK melakukan operasi tangkap tangan terhadap Bupati Klaten Sri Hartini dan tujuh orang lain pada Jumat pagi, 30 Desember 2016, dirinya sedang melantik seribuan pejabat baru Pemprov Jateng. Saat itu, Ganjar mengaku berkali-kali mengungkapkan bangganya terhadap seluruh pejabat eselon II, III, dan IV di Provinsi Jawa Tengah. Sebab, mereka telah lolos dari proses seleksi terbuka tanpa suap.

    “Begitu keluar, saya ditanya wartawan. Apa tanggapan Anda dengan OTT di Klaten? Wuaaa, kesamber bledek saya (tersambar petir saya),” kata Ganjar disambut sorak dan tepuk tangan. Saat itu Ganjar mengaku sedih sekaligus kecewa lantaran dia meraih kemenangan mutlak saat pemilihan Gubernurpada 2013.

    Baca:

    KPK Tangkap Bupati Klaten Sri Hartini
    Ajaib! Nyaris 20 Tahun Dua Pasang Suami-Istri Kuasai Klaten  

    Ganjar menambahkan, operasi tangkap tangan oleh KPK di Klaten mesti menjadi momentum bagi seluruh pejabat di Klaten untuk kembali pada marwahnya sebagai pelayan rakyat yang baik, jujur, kerja keras, dan anti pungli (pungutan liar).

    Sebelum Ganjar berpidato, Pelaksana Tugas Bupati Klaten, Sri Mulyani, juga mengingatkan seluruh pejabat agar membiasakan hidup sederhana, tidak bermewah-mewahan. “Tinggalkan perilaku salah, praktik pungli, dan siap bekerja keras di atas kebenaran demi kepentingan rakyat,” kata Mulyani.

    Dari 720 pejabat yang dilantik itu, 21 orang dari eselon II seperti Sekretaris Daerah, para staf ahli Bupati, para asisten Sekretaris Daerah, Kepala Dinas dan Badan, Inspektur Kabupaten, dan Kepala Satpol PP. Adapun sisanya adalah pejabat eselon III sebanyak 143 orang (meliputi kepala kantor, kepala bagian Setda, Sekretaris Badan Dinas, Kepala Bidang dan Sub Bidang Dinas, Camat, dan Sekretaris Camat), 520 pejabat eselon IV (meliputi kepala seksi dan sub bidang), dan 36 pejabat fungsional.

    DINDA LEO LISTY

    Baca juga:
    ICW: Birokrasi Duduki Peringkat Pertama Pelaku Korupsi
    Anggota Tim Pansel KPK: Jangan Berpuas Dulu dengan OTT  

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.