Groundbreaking Proyek Bandara Kulon Progo 11 Hari Lagi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratusan petani penggarap lahan pesisir pantai Kulonprogo yang tergabung dalam Forum Komunikasi Penggarap Lahan Pesisir (FKPLP) menggelar aksi di halaman Gedung DPRD Yogyakarta, 15 September 2016. Lahan yang terkena dampak pembangunan bandara seluas 161 hektare tersebut digarap selama bertahun-tahun oleh warga di empat desa di Kulonprogo seperti Palihan, Glagah, Sindutan dan Jangkaran. TEMPO/Pius Erlangga

    Ratusan petani penggarap lahan pesisir pantai Kulonprogo yang tergabung dalam Forum Komunikasi Penggarap Lahan Pesisir (FKPLP) menggelar aksi di halaman Gedung DPRD Yogyakarta, 15 September 2016. Lahan yang terkena dampak pembangunan bandara seluas 161 hektare tersebut digarap selama bertahun-tahun oleh warga di empat desa di Kulonprogo seperti Palihan, Glagah, Sindutan dan Jangkaran. TEMPO/Pius Erlangga

    TEMPO.CO, Yogyakarta -Pelaksana Proyek Pembangunan Bandara Baru Kulon Progo, PT. Angkasa Pura 1 menyatakan rencananya proses ground breaking atau peletakan batu pertama pembangunan bandara akan dilakukan Senin, 23 Januari 2017 ini.

    “Tanggal 23 Januari ini tentatif, baru sebatas kesepakatan tim Angkasa Pura dengan sejumlah menteri, masih bisa berubah lagi jika Presiden Joko Widodo ada agenda lain tanggal itu,” ujar Pimpinan Proyek Bandara Baru yang juga perwakilan PT. Angkasa Pura 1 R. Sujiastono usai rapat koordinasi bandara dengan Pemerintah DIY di Kantor Gubernur Kepatihan, Kamis 12 Januari 2017.

    Suji menambahkan pihaknya tak bisa memutuskan kapan waktu pasti peletakan batu pertama itu karena dalam momentum ini akan melibatkan kepala negara. Sehingga segala persiapan menyesuaikan dengan jadwal kegiatan presiden.

    Untuk lokasi groundbreaking sendiri ada sedikitnya dua titik lokasi yang sudah disiapkan PT. Angkasa Pura. Semua titik lokasi berada di pinggi jalan Wates-Purworejo. Yang masuk Desa Jangkaran dan Kebonrejo. Tepatnya di samping markas Sat Radar Kulon Progo dan sebuah lahan kosong warga yang sudah dibebaskan.

    “Kami pilih lokasi itu karena memang sudah siap, dan bisa dilihat masyarakat,” ujar Suji.

    Suji menambahkan untuk persiapan groundbreaking sendiri sejauh ini tak ada masalah. PT. Angkasa Pura 1 tak mengkhawatirkan soal masih adanya warga yang menolak dibebaskan lahannya.

    “Yang kami gunakan kan lahan yang sudah berhasil dibebaskan dulu,” ujarnya.

    Hingga akhir Desember 2016 lalu, dari 587 hektar lahan kebutuhan pembangunan bandara, sebanyak 58 persen sudah dibebaskan PT. Angkasa Pura.

    Baca:

    Lokasi Calon Bandara New Yogyakarta Rawan Bencana

    Dari seluruh proses pembayaran lahan terdampak bandara, Angkasa Pura 1 pun segera menitipkan uang senilai Rp 1 triliun ke pengadilan negeri Wates Kulon Progo sebagai bentuk prosedur konsinyasi tanah yang belum terbayar.

    Tanah-tanah yang belum terbayar itu antara lain untuk Puro Pakualaman (sekitar Rp 700 miliar) karena masih dilengkapi data administrasinya. Selain itu, uang konsinyasi itu juga untuk membayar tanah-tanah warga terdampak yang belum sempat diproses karena berbagai persoalan seperti menunggu penyelesian sengketa, atau tak hadir saat pembayaran dengan nilai sekitar Rp 300 miliar.

    Sebelum dan usai melakukan peletakan batu pertama ini, PT. Angkasa Pura 1 telah mulai mengerjakan sejumlah persiapan pembangunan bandara. Mulai dari pemagaran, penataan kawasan dan pedagang keliling.

    Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah DIY Rani Sjamsinarsi usai pertemuan dengan PT. Angkasa Pura 1 menuturkan, seluruh proses dan jadwal ground breaking bandara diserahkan pada koordinasi PT. Angkasa Pura 1 dengan pusat. Pemerintah DIY masih memantau progress kesiapan lahan, proses, dan warga terdampak di lima desa.

    “Kami lebih tekankan soal kelanjutan relokasi bagi warga terdampak, bagaimana fasilitas umum dan sosial tersedia,” ujar Rani.

    Adapun catatan Pemerintah Kulon Progo, warga dari lima desa yang memiliki lahan dan terdampak langsung serta meminta ganti rugi relokasi terakhir tercatat ada 262 keluarga.

    PRIBADI WICAKSONO
    Simak juga:
    Cabai Gerandong Asal Kediri Tahan Hama Penyakit dan Hujan 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.