PGRI Minta Polisi Tidak Masuk Kelas Saat Ujian Nasional  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Ujian Nasional. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Ilustrasi Ujian Nasional. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Persatuan Guru Republik Indonesia meminta mekanisme pelaksanaan ujian nasional 2017 bisa lebih baik. Salah satunya adalah tidak adanya aparat keamanan di kelas saat ujian berlangsung.

    ”Kalau bisa hanya guru, tidak ada aparat keamanan yang berada di dalam kelas,” kata pelaksana tugas Ketua Umum PGRI, Unifah Rosyidi, setelah bertemu dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Kamis, 12 Januari 2017, di kantor Wapres di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta.

    Ujian nasional direncanakan berlangsung pada April-Mei 2017. Unifah mengatakan daerah siap melaksanakannya. Jadwal pelaksanaan SMA/SMK berbarengan dengan perayaan Galungan. Untuk itu, dia meminta agar ujian untuk tingkat SMA/SMK bisa sedikit digeser.

    Pertemuan pengurus PGRI dengan Wakil Presiden dilakukan untuk melaporkan rencana konferensi kerja nasional ke-4 PGRI di Medan beberapa waktu mendatang. Dalam kesempatan tersebut, Unifah juga menyampaikan komitmen para guru untuk tetap menjadi kekuatan moral-intelektual melalui profesionalisme guru sebagai basisnya.

    Kesempatan itu juga digunakan PGRI untuk menyampaikan aspirasi para guru. Di antaranya persoalan-persoalan guru mengenai administrasi, pembayaran tunjangan profesi yang sulit masalah guru honor, serta tentang uji kompetensi guru. “Hal-hal yang mengganggu guru sebagai profesi itu kami sampaikan,” kata Unifah.

    AMIRULLAH SUHADA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.