Anggota Tim Pansel KPK: Jangan Berpuas Dulu dengan OTT  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Pantia Seleksi Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi, Yenti Ganarsih Rochman setibanya di Gedung KPK, Jakarta, 9 Juni 2015. Pansel KPK akan melibatkan sejumlah pihak dalam menelusuri rekam jejak para pendaftar, antara lain Kepolisian, PPATK, Badan Intelijen Negara, termasuk di antaranya melibatkan pihak KPK. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Anggota Pantia Seleksi Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi, Yenti Ganarsih Rochman setibanya di Gedung KPK, Jakarta, 9 Juni 2015. Pansel KPK akan melibatkan sejumlah pihak dalam menelusuri rekam jejak para pendaftar, antara lain Kepolisian, PPATK, Badan Intelijen Negara, termasuk di antaranya melibatkan pihak KPK. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta – Anggota Tim Panitia Seleksi Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Pansel KPK), Yenti Garnasih, hari ini mendatangi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia mengaku ditemui oleh kelima pemimpin KPK. 

    Yenti menuturkan kedatangannya ke KPK untuk menanyakan sejumlah kasus lama yang belum tuntas. Ia menilai KPK banyak melakukan operasi tangkap tangan (OTT), tapi belum menuntaskan perkara lama. “Jangan puas dengan banyak OTT, OTT harus dituntaskan,” katanya di KPK, Kamis, 12 Januari 2017. 

    Lihat:
    Ini Kardus Berisi Uang Suap dalam OTT Bupati Klaten

    Yenti mengambil contoh kasus lama, yaitu Century dan Hambalang, yang masih belum jelas. Ia mendesak para pemimpin KPK untuk segera menuntaskan kasus tersebut. Menurut dia, sebanyak 16 kali OTT pada 2016 bukan sebuah prestasi yang dibanggakan apabila tidak segera dituntaskan. 

    Yenti mencontohkan OTT yang digelar terhadap Bupati Klaten Sri Hartini. Ia menilai KPK kurang cepat bergerak. “Siapa yang membayar untuk mendapatkan jabatannya, itu segera diperiksa,” kata Yenti. 

    Yenti juga menanyakan perihal kendala yang dialami KPK, sehingga lama menuntaskan kasus-kasus yang terjaring. Ia menilai kendala yang dialami adalah anggaran dan kurangnya sumber daya manusia yang berkualitas. Ia mengharapkan apabila pemerintah fokus pada pemberantasan korupsi maka anggaran untuk KPK ditambah.

    DANANG FIRMANTO

    Simak juga:
    Diduga Hina Pancasila, Rizieq Bakal Dijemput Polda Jabar
    Rizieq Akan Penuhi Panggilan Polda Jawa Barat, Asalkan...



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Merapi Dibanding Letusan Raksasa Sejak 7200 Sebelum Masehi

    Merapi pernah meletus dengan kekuatan 4 Volcanic Explosivity Index, pada 26 Oktober 2010. Tapi ada sejumlah gunung lain yang memiliki VEI lebih kuat.