Banjir Pasuruan, Perjalanan KA Mutiara Timur Terhambat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Relawan menggendong lansia untuk melewati lokasi banjir yang menggenangi Jalur Pantura, di Jalan Raya Kraton, Pasuruan, Jawa Timur, 30 Juni 2016. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    Relawan menggendong lansia untuk melewati lokasi banjir yang menggenangi Jalur Pantura, di Jalan Raya Kraton, Pasuruan, Jawa Timur, 30 Juni 2016. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    TEMPO.CO, Jember -- Perjalanan kereta api (KA) Mutiara Timur malam jurusan Banyuwangi-Surabaya dan sebaliknya jurusan Surabaya-Banyuwangi, serta satu kereta barang terganggu karena banjir merendam rel kereta di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

    Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 9 Lukman Arif mengatakan banjir di lokasi Km 58 +7/8 antara Stasiun Pasuruan-Bangil ketinggian air di jalan rel pada Rabu malam 11 Januari 2017 pukul 22.56 WIB mencapai 20 cm. "Untuk keselamatan perjalanan kereta api, di lokasi tersebut dinyatakan berbahaya atau tidak bisa untuk dilewati perjalanan kereta api," kata Lukman di Kabupaten Jember, Kamis 12 Januari 2017.

    Menurut dia, banjir yang menggenangi rel tersebut menyebabkan dua perjalanan KA penumpang dan satu KA barang terganggu akibat ditutupnya jalur tersebut. KA Mutiara Timur malam relasi Surabaya - Banyuwangi dengan penumpang 260 orang ditahan di stasiun Bangil pada Rabu 11 Januari 2017 mulai pukul 22.59 WIB dan mengalami kelambatan 392 menit.

    Sedangkan KA Mutiara Timur malam relasi Banyuwangi - Surabaya dengan penumpang 255 orang yang ditahan di Stasiun Pasuruan mulai Kamis 12 Januari 2017 pukul 03.21 WIB mengalami kelambatan 93 menit. Selain itu, KA barang yang mengangkut semen relasi Surabaya - Banyuwangi ditahan di Stasiun Bangil.

    Baca juga:
    Gorengan Sukun Dianggap Penanda Ahok Tak Menista Agama
    Mengapa Pria Malu Bilang Cinta?

    Lukman mengatakan pada Kamis pukul 04.15 WIB jalan rel di daerah tersebut sudah bisa dilewati perjalanan kereta api dengan kecepatan maksimal 5 kilometer per jam. Sampai sekarang PT KAI Daop 9 sedang berusaha untuk menormalkan kembali jalan rel di wilayah tersebut.

    "Kami atas nama PT KAI Daop 9 Jember memohon maaf kepada masyarakat dan penumpang atas kelambatan perjalanan kereta api yang diakibatkan oleh banjir tersebut," tutur dia.

    Menurut dia, seluruh operasional kereta api hari ini di Daop 9 Jember berjalan normal, meskipun kereta harus berjalan lambat di atas rel yang tergenang banjir.

    Rangkaian kereta yang beroperasi di Daop 9 Jember yakni KA Mutiara Timur siang jurusan Banyuwangi-Surabaya (PP), KA Ranggajati jurusan Jember-Cirebon (PP), KA Mutiara Timur malam jurusan Banyuwangi-Surabaya (PP), KA Sri Tanjung jurusan Banyuwangi-Yogyakarta (PP).

    Kemudian KA Logawa jurusan Jember-Purwokerto (PP), KA Probowangi jurusan Banyuwangi-Surabaya (PP) dan KA Tawang Alun jurusan Banyuwangi-Malang (PP), serta satu kereta lokal KA Pandanwangi jurusan Jember-Banyuwangi (PP).

    Baca juga:
    'Dipaksa' Tonton Video Pencabulan Anak, Microsoft Didugat
    Sungai Welang Meluap, Jalur Pantura Pasuruan Sempat Lumpuh

    "Alhamdulillah perjalanan seluruh rangkaian kereta di Daop 9 Jember beroperasi, meskipun dalam perjalanan tersebut mengalami kelambatan saat melintas di daerah rel tergenang banjir yakni 5 km per jam dan kecepatan dibatasi karena banyak batu kricak di sekitar rel yang hanyut terkena aliran banjir , padahal kecepatan normalnya 60 km per jam" tuturnya.

    Hingga Kamis siang 12 Januari 2017, Lukman berujar, banjir di kawasan rel kereta di Stasiuan Pasuruan-Bangil sudah mulai surut dan kecepatan kereta yang melintas di kawasan tersebut sudah ditambah menjadi 20 km per jam.

    ANTARA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.