Rizieq Sebut Sukmawati Mengkriminalisasi Tesis Ilmiahnya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq didampingi Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menjawab pertanyaan awak media saat mendatangi Gedung DPR terkait penyampaian aspirasi, di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Jakarta, 11 Januari 2017. TEMPO/M Iqbal Ichsan

    Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq didampingi Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menjawab pertanyaan awak media saat mendatangi Gedung DPR terkait penyampaian aspirasi, di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Jakarta, 11 Januari 2017. TEMPO/M Iqbal Ichsan

    TEMPO.CO, Bandung - Imam Besar Front Pembela Islam Rizieq Syihab mengklaim potongan ceramah yang dilaporkan oleh Sukmawati Soekarnoputri merupakan kutipan yang dihasilkan dari penelitian yang ia lakukan saat kuliah pascasarjana di Universitas Malaya, Malaysia.

    "Saya sangat terkejut ternyata melalui pemeriksaan tersebut yang dipersoalkan adalah tesis ilmiah S2 saya tentang Pancasila. Saya terkejut, karena ini kriminalisasi tesis ilmiah," ujar Rizieq di sela pemeriksaan di Markas Kepolisian Daerah Jawa Barat, Kamis, 12 Januari 2017.

    Baca juga:
    Rizieq Diperiksa Hari Ini, Massa FPI Penuhi Polda Jawa Barat
    Rizieq Komentari Usulan Agar Dia Jadi Imam Besar Umat Islam

    Rizieq menjelaskan, tesis tersebut berjudul "Pengaruh Pancasila terhadap Penerapan Syariat Islam di Indonesia". Setelah menyelesaikan tesis tersebut, ia melakukan sosialisasi hasil penelitiannya itu di setiap ceramahnya. "Dan kemudian ceramah saya tersebut diedit, dipotong lalu dilaporkan oleh Sukmawati sebagai pencemaran nama baik Sukarno dan penistaan terhadap Pancasila. Ini gak betul," ujar dia.

    Dalam isi tesis tersebut, Rizieq menerangkan, ada satu bab yang berjudul Pancasila. Di bab tersebut ia menguji sejarah kelahiran Pancasila. Dalam tesisnya, ia tidak setuju terhadap rumusan Pancasila yang dibuat Sukarno yang menempatkan Sila Ketuhanan di sila terakhir.

    "Pancasila yang saya kritik bukan Pancasila yang menjadi dasar negara. Tapi usulan Bung Karno ketika pidato tanggal 1 Juni 1945. Kenapa saya kritik? Karena para ulama pun mengkritik usulan tersebut," ujar pentolan FPI ini.

    Hingga berita ini ditulis, Rizieq masih diperiksa di ruang gelar perkara Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat. Dia didampingi sejumlah petinggi FPI dan ratusan anggota FPI. Pemeriksaan tersebut merupakan pemeriksaan perdana atas kasus dugaan penghinaan terhadap simbol negara yang dilaporkan Sukamwati Soekarnoputri.

    Pada November 2017, Mabes Polri melimpahkan perkara tersebut ke Polda Jawa Barat. Salah satu barang bukti yang menjadi dasar pelaporan itu adalah sebuah video yang menayangkan ceramah Rizieq di hadapan anggota FPI. 

    IQBAL T. LAZUARDI S

    Baca juga:
    Taruna STIP Tewas : Ini Alasan Amir Ingin Bekerja di Laut
    Hadi Tjahjanto Benarkan Akan Dilantik Jadi KSAU Besok


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.