2 Pilot Susi Air yang Diduga Pakai Narkoba Terancam Dipecat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi. rawstory.com

    Ilustrasi. rawstory.com

    TEMPO.COJakarta - Manajemen Susi Air berjanji menindak tegas kedua pilotnya jika terbukti mengkonsumsi narkoba. Kemarin, dua pilot Susi Air dibawa ke kantor pusat Badan Narkotika Nasional setelah menjalani tes urine dari BNN Kabupaten Cilacap di Bandar Udara Tunggul Wulung.

    "Seandainya positif, pastinya akan kami berhentikan secara tidak hormat," kata Business Commercial and Legal Manager Susi Air Irvino Samuel Moniaga saat dihubungi Tempo, Kamis, 12 Januari 2017.

    Baca juga:
    Kemenhub Tunggu Hasil Tes Narkoba 2 Pilot Susi Air
    Pilot Susi Air Diduga Pakai Narkoba, Hasil Tes Keluar Senin

    Sebenarnya, Susi Air secara berkala menggelar tes secara acak terhadap pilot-pilotnya. Namun Irvino enggan berkomentar mengapa kedua pilot tersebut bisa terindikasi mengkonsumsi narkoba. "Ini sedang didalami. Kami akan lihat ke depannya mengenai hasilnya, apakah positif atau tidak," tuturnya.

    Dua pilot Susi Air, Bas Hellings dan David Eloy, terindikasi menggunakan narkoba. Setelah diperiksa BNN Kabupaten Cilacap di Bandara Tunggul Wulung, kemarin, keduanya dilarang menerbangkan pesawat kembali. Keduanya pun dibawa ke kantor pusat BNN untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.

    Juru bicara BNN, Komisaris Besar Slamet Pribadi, berujar, hasil tes itu akan keluar awal pekan depan. "Tiga atau empat hari (keluar). Kira-kira Senin atau Selasa," katanya. Setelah hasilnya keluar, BNN akan melakukan assessment untuk menentukan apakah keduanya hanya pengguna atau pengedar.

    Menurut Kepala Bagian Kerja Sama dan Humas Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agoes Soebagio, kedua pilot tersebut tidak diperbolehkan menerbangkan pesawat. Keduanya harus diperiksa secara intensif untuk mengetahui apakah benar-benar positif mengkonsumsi narkoba.

    ANGELINA ANJAR SAWITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ponsel Tanpa IMEI Terdaftar Mulai Diblokir pada 17 Agustus 2019

    Pemerintah akan memblokir telepon seluler tanpa IMEI terdaftar mulai 17 Agustus 2019 untuk membendung peredaran ponsel ilegal di pasar gelap.