Pilot Susi Air Diduga Pakai Narkoba, Hasil Tes Keluar Senin

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kombes Pol Slamet Pribadi, Kepala Humas BNN, menunjukan 10 Tahanan BNN yang berhasil kabur dengan menjebol tembok Gedung Badan Narkotika Nasional (BNN), di Jakarta, 31 Maret 2015. TEMPO/Dasril Roszandi

    Kombes Pol Slamet Pribadi, Kepala Humas BNN, menunjukan 10 Tahanan BNN yang berhasil kabur dengan menjebol tembok Gedung Badan Narkotika Nasional (BNN), di Jakarta, 31 Maret 2015. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara Badan Narkotika Nasional Komisaris Besar Slamet Pribadi mengatakan, hasil tes atas dua pilot Susi Air yang terindikasi positif narkoba akan keluar awal pekan depan. "Tiga atau empat hari (keluar). Kira-kira Senin atau Selasa," kata Slamet saat dihubungi, Kamis, 12 Januari 2017.

    Berita lain: Charles Manson yang Sekarat Meramal Adanya Perang Antar-ras

    Slamet berujar, pemeriksaan urine oleh BNN Kabupaten Cilacap kemarin hanya menggunakan metode rapid test. Karena itu, keakuratannya masih harus diuji oleh laboratorium BNN. "Rapid test sifatnya sementara. Hanya urine saja. Kalau datang ke BNN, tes konfirmasi. Biasanya lengkap, urine, darah, dan rambut," tuturnya.

    Menurut Slamet, setelah hasil tes tersebut keluar, BNN akan melakukan penilaian  terlebih dahulu apakah kedua pilot tersebut hanya pengguna atau pengedar. "Kalau dia pengguna, biasanya rekomendasinya rehab. Kalau dia terlibat dalam jaringan, dia harus mempertanggungjawabkan secara hukum," ujarnya.

    Dua pilot Susi Air, Bas Hellings dan David Eloy, terindikasi positif menggunakan narkoba. Seusai diperiksa oleh BNN Kabupaten Cilacap di Bandara Tunggul Wulung kemarin, keduanya dilarang menerbangkan pesawat kembali. Keduanya pun dibawa ke kantor pusat BNN untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.

    Kepala Bagian Kerjasama dan Humas Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agoes Soebagio mengatakan, kedua pilot yang terindikasi menggunakan narkoba tidak diperbolehkan menerbangkan pesawat. "Pilot tersebut harus diperiksa secara intensif baik di Balai Kesehatan Penerbangan Ditjen Perhubungan Udara maupun BNN," katanya.

    Menurut Agoes, pemeriksaan intensif tersebut diperlukan untuk mengetahui apakah pilot yang bersangkutan benar-benar positif mengkonsumsi narkoba. Hingga berita ini diturunkan, manajemen Susi Air belum bisa memberikan konfirmasi. Ketika dihubungi Tempo melalui telepon ataupun pesan singkat, Direktur Utama Susi Air Sudrajat belum merespons.

    ANGELINA ANJAR SAWITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menolak Lupa, 11 Kasus Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu

    Komisi Nasional Hak Asasi Manusia menilai pengungkapan kasus pelanggaran HAM berat masa lalu tak mengalami kemajuan.