Kebakaran Hutan Bisa Lebih Parah dari 2016, Ini Sebabnya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga menyaksikan asap tebal menyelimuti kawasan kaki gunung seulawah akibat kebakaran Taman Hutan Raya (Tahura) Seulawah di kawasan Lembah Seulawah, Aceh Besar, Aceh, 10 Oktober 2016. Kebakaran ini terjadi sejak sepekan terakhir. ANTARA/Irwansyah Putra

    Warga menyaksikan asap tebal menyelimuti kawasan kaki gunung seulawah akibat kebakaran Taman Hutan Raya (Tahura) Seulawah di kawasan Lembah Seulawah, Aceh Besar, Aceh, 10 Oktober 2016. Kebakaran ini terjadi sejak sepekan terakhir. ANTARA/Irwansyah Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengatakan kebakaran hutan pada 2017 berpotensi lebih buruk ketimbang tahun lalu. "Prediksinya lebih jelek karena lebih kering dari 2016," kata Siti Nurbaya, menjelang rapat terbatas yang membahas soal gambut, di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu, 11 Januari 2017.

    Pada 2017, Siti mengatakan, musim kemarau akan mulai terjadi di akhir Januari. Daerah-daerah seperti Riau, Sumatera Selatan, Jambi, punya karakter dua kali musim kemarau dalam satu tahun, yakni akhir Januari-akhir April dan Juni-Oktober. Namun, hingga pertengahan Januari ini, musim penghujan belum menunjukan akan berakhir. "Jadi kita agak selamat di Mei, tapi itu belum juga karena masih nyambung, ya," kata Siti.

    Untuk itu, upaya pemantauan potensi kebakaran hutan harus terus berlanjut. Siti mengaku tiap hari memantau titik api sejak 31 Desember 2016. Pada tanggal itu, ada api di Kalimantan Tengah, 2 Januari 2017 di Pontianak, dan 8 Januari di Sumatera Barat. "Di Sumatera Barat hari ini belum mati, hari ini diberesin karena di daerah terjal," Siti berujar.

    Baca juga:
    Ahok Bakal Gugat Irena Handono dan Saksi Lainnya
    Rizieq Shihab Kembali Datangi DPR-RI

    Lokasi titik api di Sumatera Barat itu terletak di Dharmasraya. Lokasi itu disebutnya berkontur daerah terjal sehingga susah mendapatkan air. Saat ini upaya yang akan dilakukan adalah dengan menggunakan helikopter.

    Siti menegaskan, penanganan kebakaran hutan tidak boleh terlambat untuk menghindari api semakin membesar. "Sudah tidak bisa bilang potensi kecil atau besar, yang jelas kalau ada potensi api, yah tidak boleh terlambat," ujar dia.

    Upaya ini melibatkan banyak pihak, misalnya dunia usaha, pemerintah provinsi, maupun mengkonsolidasikan satuan-satuan tugas penanganan kebakaran hutan. Termasuk satuan tugas dari TNI dan Polri. Siti mengatakan pihaknya telah berkomunikasi dengan Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian untuk membahas lebih detail penanganan kebakaran hutan.

    AMIRULLAH SUHADA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berbagai Cara dalam Menekan Pelanggaran Batasan Bawaan Penumpang

    Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terus berupaya menekan pelanggaran batasan bawaan penumpang dari luar negeri di pintu masuk bandara.