2 Kuntum Bunga Bangkai Mekar di Bengkulu  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah kamera mengabadikan foto bunga Rafflesia Arnoldi di hutan Bukit Daun Register V, Tebat Monok, Kepahiang, Bengkulu, (4/123). Bunga rafflesia tersebut mekar sejak empat hari lalu dan dimanfaatkan warga untuk mencari uang. TEMPO/Iqbal lubis

    Sebuah kamera mengabadikan foto bunga Rafflesia Arnoldi di hutan Bukit Daun Register V, Tebat Monok, Kepahiang, Bengkulu, (4/123). Bunga rafflesia tersebut mekar sejak empat hari lalu dan dimanfaatkan warga untuk mencari uang. TEMPO/Iqbal lubis

    TEMPO.COBengkulu - Dua kuntum bunga Rafflesia gadutensis kembali mekar di Bengkulu. Koordinator Komunitas Peduli Puspa Langka (KPPL) Bengkulu, Riki Septian, mengatakan bunga Rafflesia mekar di kawasan Hutan Lindung Bukit Daun, Kabupaten Bengkulu Utara.

    Menurut Riki, kedua kuntum bunga tersebut mekar sempurna sejak Selasa, 10 Januari 2017. “Salah satunya telah mekar sejak dua hari lalu, sementara satunya baru kemarin,” ujarnya. “Keduanya dapat dinikmati hingga beberapa hari ke depan,” kata Riki.

    Baca: Melihat Bunga Rafflesia Arnoldii Mekar di Akhir Tahun

    Riki mengatakan, lokasi kedua bunga Rafflesia itu tidak berjauhan, berjarak satu meter. “Sehingga memudahkan pengunjung melihat keduanya sekaligus,” ucapnya. Ia menjelaskan, kedua bunga terbesar di dunia tersebut memiliki diameter sekitar 70 sentimeter, lebih kecil daripada Rafflesia biasanya.

    “Biasanya bunga Rafflesia jika mekar bisa mencapai 100 sentimeter,” ujar Riki. Di kawasan Hutan Lindung Bukit Daun, Riki menambahkan, terdapat lima lokasi habitat Rafflesia gadutensis yang telah ditemukan anggota KPPL Bengkulu Utara.

    Baca juga: Rafflesia Arnoldii Mekar di Bukit Barisan Bengkulu

    Rafflesia adalah genus tumbuhan bunga parasit. Ia ditemukan di hutan hujan Indonesia oleh seorang pemandu pribumi yang bekerja untuk Dr Joseph Arnold pada 1818. Rafflesia diambil dari nama pemimpin ekspedisi kala itu, Thomas Stamford Raffles.

    Bunga Rafflesia juga dikenal sebagai bunga bangkai atau bunga daging, karena beraroma tak sedap. Aroma yang tak sedap dari dagingnya membuat bunga ini menarik serangga, seperti lalat dan kumbang.

    PHESI ESTER JULIKAWATI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.