Saksi Anggap Ahok 'Kecentilan' Saat Sebut Surat Al Maidah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur nonaktif DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menjalani sidang kelima kasus penistaan agama di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, 10 Januari 2017. Hendra A Setyawan/Pool

    Gubernur nonaktif DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menjalani sidang kelima kasus penistaan agama di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, 10 Januari 2017. Hendra A Setyawan/Pool

    TEMPO.CO, Jakarta - Saksi pelapor dalam sidang dugaan kasus penistaan agama, Irena Handono, mengatakan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sebagai sosok yang 'kecentilan' sebagaimana yang dimaksud dalam terminologi bahasa Betawi. Pernyataan tersebut merujuk pada sikap Ahok yang menyitir Al-Qur'an surat Al-Maidah ayat 51 dalam pidatonya di Kepulauan Seribu pada September tahun lalu.

    Pernyataan tersebut dilontarkan Irena setelah ia mendapat pertanyaan dari tim kuasa hukum Ahok yang dianggapnya menyudutkan dalam persidang di Auditorium Kementerian Pertanian, Selasa, 10 Januari 2017. Saat itu, kuasa hukum bertanya karena dia pernah bilang heran mengapa Ahok bisa mengatakan sesuatu yang bukan kapasitasnya, namun Irena tidak berusaha mengkonfirmasi pertanyaan tersebut kepada Ahok secara langsung.

    Baca juga: Ini Harapan Ahok di Sidang Kelima Kasus Penistaan Agama

    "Saya tidak mau digiring dengan pertanyaan kuasa hukum. Apa yang dilakukan oleh Ahok ini bisa dikatakan sebagai penodaan agama. Ini sebagai sikap 'kecentilan' Ahok yang bukan lslam tetapi malah bicara kitab suci Al-Qur'an," kata Irena di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa, 10 Januari 2017.

    Simak pula: Pengacara AhokKami Akan Hancurkan Kredibilitas Saksi

    Menurut Irena, seharusnya Ahok cukup hanya melakukan kunjungan ke Kepulauan Seribu. Sehingga tidak perlu menyinggung Al-qur'an yang bisa menyinggung umat Islam. Bahkan, Irene berusaha membalik pertanyaan kuasa hukum yang dilemparkan kepada dirinya.

    "Seandainya kondisi saya balik. Misalnya ada umat Islam menggunakan Bible dan mengatakan jangan mau dibohongi Bible, apakah Anda akan tersinggung," kata Irena. "Apa yang dilakukan oleh Ahok adalah bukan wewenang dia."

    LARISSA HUDA

    Baca juga: 
    Kasus Penistaan Agama, Lima Saksi Ini Akan Memojokkan Ahok
    Kabur dari KPK, Anak Bupati Klaten Minta Maaf kepada Sejawat


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia Memberangkatkan 529 Kloter pada Musim Haji 2019

    Pada musim haji 2019, Indonesia memberangkatkan 529 kelompok terbang, populer disebut kloter, yang akan dibagi dalam dua gelombang.