Target Jokowi Soal Tol Brebes-Semarang Dinilai Sulit Dicapai  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah Rumah bertahan di lahan yang akan dijadikan jalan tol Brebes-Tegal, Jumat, 16-9-2016. (Tempo/M Irsyam Faiz)

    Sebuah Rumah bertahan di lahan yang akan dijadikan jalan tol Brebes-Tegal, Jumat, 16-9-2016. (Tempo/M Irsyam Faiz)

    TEMPO.CO, Semarang - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Tengah dari Fraksi PKS, Hadi Santoso, menganggap target Presiden RI Joko Widodo ingin menyelesaikan proyek tol Brebes-Semarang sebelum Lebaran 2017 sangat sulit tercapai. 

    Hadi menyatakan hingga kini masih ada berbagai kendala yang menghambat, sehingga target jalan tol yang dicanangkan pemerintah itu tak realistis. Hadi mencontohkan proyek tol sesi Batang-Semarang hingga kini belum selesai dalam pembebasan lahan. 

    “Sampai saat ini, pembebasan lahan di tol sesi Batang-Semarang baru mencapai 65,15 persen,” kata Wakil Ketua Komisi D (bidang infrastruktur) DPRD Jawa Tengah tersebut, Selasa, 10 Januari 2017. Padahal Lebaran 2017 akan jatuh pada sekitar Juni atau lima bulan lagi.

    Sebelumnya, saat meninjau proyek tersebut di Batang, Jokowi meminta agar proyek jalan tol Batang-Semarang dikebut pembangunannya supaya bisa dilintasi saat mudik Lebaran 2017. Bahkan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sudah menjamin jalan tol bisa dilewati pemudik saat Lebaran tahun ini. Tol Batang-Semarang termasuk bagian dari proyek tol Brebes-Semarang. 

    Hadi menyatakan hingga kini masih ada pembebasan tanah yang masih belum selesai. Di antaranya di beberapa titik di Kendal, Kota Semarang, dan Kabupaten Batang. Di sejumlah titik, ada sejumlah masyarakat yang mengajukan syarat macam-macam. Misalnya di wilayah Rowobelang, Kabupaten Batang. Di kawasan tersebut, warga bersedia pindah asalkan pindah bersama-sama. Setelah pindah, mereka menginginkan lahan milik provinsi untuk dibeli. 

    “Pembebasan lahan selalu menjadi titik krusial sebuah proyek besar,” kata Hadi. 

    Dalam pantauan Tempo, beberapa jalur di Ngaliyan yang terkena proyek jalan tol Semarang-Batang hingga kini belum dibangun konstruksi. Bahkan rumah-rumah warga yang terkena gusuran hingga kini masih banyak yang ditempati warga. Rumah-rumah itu masih berdiri. Mereka ada yang sudah menerima ganti rugi tapi belum pindah. Rumahnya juga belum dirobohkan. 

    Hadi menyatakan, selain kendala pembebasan lahan, ada kendala aspek sosial, misalnya mepetnya waktu pengerjaan, sehingga secara teknis konstruksi masih butuh waktu lama. Waktu lima bulan ke depan sebelum Lebaran 2017 sangatlah tak cukup untuk menyelesaikan proyek jalan tol. 

    ROFIUDDIN



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berbagai Cara dalam Menekan Pelanggaran Batasan Bawaan Penumpang

    Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terus berupaya menekan pelanggaran batasan bawaan penumpang dari luar negeri di pintu masuk bandara.