Anggaran Konservasi Hulu Cimanuk dan Citarum Rp 310 Miliar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan dan wakilnya, Deddy Mizwar memantau sampah yang kembali menumpuk di muara Sungai Citepus, Desa Palasari, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, 25 Maret 2016. Sampah rumah tangga dan pasar dari seluruh DAS Citepus di wilayah perkotaan dan kabupaten terbawa dan bermuara ke Sungai Citarum. TEMPO/Prima Mulia

    Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan dan wakilnya, Deddy Mizwar memantau sampah yang kembali menumpuk di muara Sungai Citepus, Desa Palasari, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, 25 Maret 2016. Sampah rumah tangga dan pasar dari seluruh DAS Citepus di wilayah perkotaan dan kabupaten terbawa dan bermuara ke Sungai Citarum. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.COBandung - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan Kementerian Keuangan menjanjikan pendanaan bagi konservasi hulu Sungai Cimanuk dan hulu Sungai Citarum untuk menekan bencana banjir. 

    “Slotnya sampai kemarin masih dibicarakan di angka Rp 310 miliar,” kata Aher, sapaan Ahmad Heryawan, di Bandung, Senin, 9 Januari 2017.

    Aher mengatakan dana itu disediakan pemerintah pusat untuk penghijauan kawasan hulu dua sungai di Jawa Barat yang rawan banjir. “Prinsipnya, sudah tergambar sumber pendanaannya, di anggaran APBN tahun ini dan lewat revisi DIPA kementerian terkait, atau di APBN Perubahan nanti,” ujarnya.

    Baca:
    Tim ITB Bikin Rekonstruksi Banjir Bandang Garut
    Banjir Landa Garut Saat Hutan Jadi Kawasan Perkebunan

    Menurut Aher, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bersama pemerintah Jawa Barat dan kabupaten/kota terkait di dua hulu sungai itu kini diminta menyusun rincian jadwal, plus biaya yang dibutuhkan tiap tahapan proses konservasi kawasan hulu tersebut. “Kapan pembibitan, kapan tanam. Jadwal itu mempengaruhi kapan turunnya uang,” katanya.

    Aher mengatakan dana itu akan dibagi-bagikan kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan pemerintah provinsi serta kabupaten/kota mengikuti rincian pekerjaan masing-masing. “Dirinci siapa mengerjakan apa, kemudian kapan pekerjaan dilakukan, baru uang didistribusikan ke lembaga pemerintah yang ada, di waktu yang diperlukan,” ucapnya.

    Dia mencontohkan, dana paling cepat dibutuhkan untuk penyemaian bibit pohon. “Kalau belum waktunya penanaman, jangan sekarang. Mungkin sekarang yang diperlukan untuk distribusi ke LHK dan daerah untuk pembibitan, untuk persemaian,” kata Aher.

    Aher memperkirakan penanaman serentak untuk penghijauan dua kawasan hulu sungai di Jawa Barat itu saat musim hujan. “Pada saat bibit sudah tumbuh dan siap ditanam, mungkin Oktober atau Desember, di situlah nanti ditanam, dan biayanya turun lagi saat itu,” tuturnya.

    AHMAD FIKRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.