Bonek Korban Minuman Keras Bertambah Jadi Tujuh Orang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ANTARA/Eric Ireng

    ANTARA/Eric Ireng

    TEMPO.COSidoarjo - Pendukung Persebaya Surabaya alias bonek yang meninggal karena minuman keras oplosan di Subang, Jawa Barat, bertambah dua orang. Keduanya meninggal setelah dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Subang dalam perjalanan pulang menuju Surabaya.

    Dua orang itu adalah M. Yunus, 18 tahun, warga Dusun Candi, Desa Wedoro, Kecamatan Waru; dan Cahya Kurniawan alias Wawan, 22 tahun, warga Kediri yang tinggal di Bungurasih, Kecamatan Waru, Sidoarjo, Jawa Timur. "Jadi saat ini total korban yang meninggal menjadi tujuh orang," kata Camat Waru Fredik Suharto, Senin, 9 Januari 2017.

    Menurut Camat, M. Yunus meninggal Ahad malam ketika dalam perjalanan pulang bersama 12 bonek dalam iring-iringan ambulans yang membawa lima jenazah rekan mereka. Sedangkan Cahya Kurniawan meninggal saat dirawat di RSUD Subang.

    Semua jenazah saat ini sudah dipulangkan ke rumah keluarga almarhum dan dimakamkan di pemakaman desa masing-masing. Dari tujuh korban, tiga jenazah di antaranya dimakamkan di pemakaman Desa Weduro, Kecamatan Waru, Sidoarjo. Pemakaman mereka dihadiri ratusan bonek.

    Sebelumnya, lima bonek diberitakan meninggal setelah menenggak minuman keras oplosan yang terdiri atas alkohol 70 persen, minuman ringan Sprite, dan air kelapa muda pada Jumat malam, 6 Januari 2017. Minuman keras itu merupakan jamuan dari Singgih, salah satu aktivis Viking (sebutan suporter Persib Bandung), di Kecamatan Compreng, Subang.

    Sebagian dari mereka meninggal dalam perjalanan menuju Bandung pada Sabtu, tepatnya di Jalan Raya Pagaden, Subang. Lima orang meninggal saat dirawat di rumah sakit daerah setempat. Mereka adalah Brian Adam Firdaus, 17 tahun, Rudi (23), Hasrul alias Foka (22), Mustakim Najib (18), dan Syahrul Ali Syahbana (18). Semuanya penduduk Kecamatan Waru, Sidoarjo.

    Sebanyak 21 bonek berangkat dari Waru, Sidoarjo, menuju Bandung pada Rabu, 4 Januari, secara estafet. Mereka hendak menghadiri kongres tahunan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia di Bandung. Mereka datang untuk memastikan Persebaya kembali bisa berlaga dalam kompetisi resmi PSSI.

    NUR HADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.