President University Buka Program PGSD

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Program PGSD President University mengadopsi kurikulum dari Australia.

    Program PGSD President University mengadopsi kurikulum dari Australia.

    INFO NASIONAL - Untuk tahun ajaran 2017, President University membuka Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Pembukaan pogram baru ini dilatarbelakangi atas keprihatinan founder President University, S.D. Darmono, terhadap kesenjangan sosial di masyarakat akibat masih rendahnya kualitas pendidikan dasar di Indonesia.

    Rektor President University Jony Oktavian Haryanto menyampaikan kualitas guru yang ada di Indonesia masih rendah karena pendidikan guru saat ini dianggap bukan pilihan utama. Menurut dia, banyak lulusan SMA/SMK yang tidak diterima di program studi favorit sehingga terpaksa memilih menjadi guru. Istilahnya menjadi guru ibarat tempat "buangan". "Dari sinilah President University ingin mengubah paradigma itu dan ingin menempatkan kembali guru sebagai profesi yang terhormat," ujar Jony, rektor yang baru 6 bulan memimpin President University, yang terletak di Kawasan Industri Jababeka, tempat berlokasinya 1700 perusahaan multinasional dari 30 negara.

    Adapun untuk program PGSD, President University mengadopsi kurikulum pendidikan guru dari Australia, yang awalnya juga dari Inggris, sehingga lulusannya nanti memiliki kualitas mengajar secara internasional. Artinya, mereka juga bisa mengajar di luar negeri. "Di negara lain sebenarnya juga banyak kekurangan guru, contohnya di India. Jadi kita bisa mengirim lulusan kita mengajar di luar negeri. Hal ini akan mudah dilakukan karena nantinya mahasiswa selama setahun akan magang di sekolah-sekolah internasional, baik di Indonesia maupun di luar negeri," ucap Jony.

    Ia menegaskan, kelebihan lain dari PGSD President University adalah penggunaan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar dalam proses belajar mengajar yang saat ini belum ada di Indonesia. Ada juga boarding school yang mengharuskan mahasiswa tinggal di asrama. Mereka  akan berinteraksi  dengan mahasiswa asing yang saat ini berjumlah 10 persen dari total mahasiswa President University. Mahasiswa akan berada dalam lingkungan internasional sehingga mereka memiliki kepercayaan diri tinggi jika mengajar di luar negeri.

    Lulusan guru yang berkualitas, selain kurikulum yang mumpuni, juga ditentukan dengan kualitas dosen atau tenaga pengajar. “Untuk tahap awal, PGSD akan didukung enam dosen yang bergelar doktor dan master. Kita jadikan program studi PGSD  nantinya menjadi favorit bagi lulusan sekolah lanjutan atas dan kejuruan. Bahkan bagi guru-guru yang belum berijazah S1 dan ingin meningkatkan kualitas mengajar, bisa melanjutkan S1 di President University,” tutur Jony.

    Bagi lulusan SMA sederajat yang memiliki prestasi, baik secara akademik maupun bertalenta di berbagai bidang, President University bekerja sama dengan Jababeka akan memberikan beasiswa. Ini merupakan kesempatan emas untuk menjadi guru yang berkualitas, apalagi Indonesia masih banyak kekurangan guru.

    Jababeka yang memiliki visi membangun 100 kota di Indonesia tentu akan melengkapi  kotanya dengan fasilitas pendidikan  bertaraf internasional, seperti yang telah dibangun di Cikarang, di antaranya TK-SD Presiden, SMP Presiden, dan SMA Presiden. Bahkan dalam waktu dekat akan mendirikan sekolah di Tanjung Lesung, Banten, di Kawasan Industri Kendal, Park by the Bay. Karena itu, Jababeka akan membutuhkan guru-guru yang berkualitas. Artinya, lulusan PGSD President University pasti langsung terserap di dunia kerja,” kata rektor muda ini. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.