Banyuwangi Perluas Akses Kesehatan ke Warga Miskin & Lansia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pelayanan Puskesmas.  ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    Ilustrasi pelayanan Puskesmas. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    TEMPO.CO, Banyuwangi – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, berupaya memperluas akses kesehatan bagi warganya, terutama warga miskin dengan mewajibkan semua puskesmas berkeliling secara rutin untuk mencari warga yang butuh penanganan kesehatan.

    Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan warga miskin harus diurus oleh puskesmas bersama aparat desa. "Selain wajib turun untuk memantau kesehatan warga, petugas puskesmas harus mencari warga miskin, juga warga nonproduktif yang mempunyai masalah kesehatan," tuturnya di Banyuwangi, Minggu, 8 Januari 2017.

    Programnya bersinergi dengan Dinas Sosial. Anas berujar, upaya ini merupakan salah satu pemenuhan hak dasar setiap warga untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Selama ini, menurut dia, masih ada warga miskin yang belum mendapat informasi mengenai layanan kesehatan.

    Penyebabnya, dia menjelaskan, bukan karena biaya yang mahal sebab sudah anggaran kesehatan untuk warga tak mampu. Namun, masalahnya lebih pada akses yang terbatas, seperti tidak ada transportasi dan minimnya informasi. "Nah saya instruksikan puskesmas untuk turun," ujar Anas.

    Anas menuturkan, kunci pelayanan kesehatan warga miskin adalah konsolidasi dan koordinasi pengurus RT/RW, aparat desa, dan Dinas Kesehatan dalam hal ini puskesmas. Mengingat data kesehatan bersifat dinamis, maka perlu koordinasi yang solid.

    Dia mencontohkan, dalam data Dinas Kesehatan, misalnya A yang termasuk miskin sehat, tapi ternyata sebulan kemudian sakit. Itulah yang harus terus dipantau. Kuncinya koordinasi hingga mulai dari RT/RW. Ke depan, kata Anas, puskesmas tidak hanya memberikan layanan berobat, tapi mulai menyediakan klinik konsultasi sehingga warga yang ke puskesmas bisa langsung konsultasi dengan tenaga kesehatan.

    "Puskesmas juga harus berkampanye jajanan sehat. Pemakaian bahan berbahaya jadi PR bagi kita, penjaja makanan harus diingatkan," kata Anas.

    Sedangkan Kepala Dinas Kesehatan Widji Lestariono mengatakan pembangunan kesehatan Banyuwangi diprioritaskan pada upaya peningkatan akses dan kualitas layanan kesehatan bagi warga miskin. Salah satunya lewat program layanan kunjungan ke rumah warga dari puskesmas.

    Menurut dia, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi juga telah memiliki program penanganan kemiskinan yang lebih dikenal dengan UGD Kemiskinan. Di dalamnya ada penanganan masalah kesehatan. "Ini akan lebih kami kembangkan," ucapnya.

    Widji melanjutkan, yang menjadi perhatian tidak hanya menangani warga yang sakit saja, tapi juga orang tua dan lansia. "Tahun ini dimulai secara bertahap pemberian makanan bergizi gratis yang akan langsung diantar ke rumah warga miskin usia nonproduktif," tuturnya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berbagai Cara dalam Menekan Pelanggaran Batasan Bawaan Penumpang

    Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terus berupaya menekan pelanggaran batasan bawaan penumpang dari luar negeri di pintu masuk bandara.