Risma Perintahkan Jajarannya Urus Pemulangan 5 Jenazah Bonek  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gegap gempita Bonek di Markas Persebaya Karang Gayam usai mendengar Persebaya dipastikan resmi kembali bermain di Divisi Utama, 8 Januari 2017. Ratusan bonek berkumpul untuk tasyakuran sekaligus mendoakan arwah bonek yang meninggal. TEMPO/Artika Farmita

    Gegap gempita Bonek di Markas Persebaya Karang Gayam usai mendengar Persebaya dipastikan resmi kembali bermain di Divisi Utama, 8 Januari 2017. Ratusan bonek berkumpul untuk tasyakuran sekaligus mendoakan arwah bonek yang meninggal. TEMPO/Artika Farmita

    TEMPO.CO, Surabaya - Pemerintah Kota Surabaya menanggung biaya pemulangan lima jenazah pendukung klub sepakbola Surabaya alias Bonek yang meninggal di Subang, Jawa Barat. Mereka semula akan melihat dari dekat Kongres Tahunan PSSI di Bandung, tapi mendadak mendapatkan musibah di Subang.

    “Meskipun bukan warga Surabaya, seluruh biaya pengobatan di Rumah Sakit Umum Ciereng, Subang, dipegang Pemkot Surabaya. Kami juga membantu mendatangi keluarga korban di Waru, Sidoarjo,” ujar Kepala Humas Pemkot Surabaya M. Fikser saat jumpa pers, Minggu, 8 Januari 2017.

    Baca: Kongres Tahunan, Ini 5 Masalah yang Harus Diselesaikan PSSI

    Plt Bakesbangpol Linmas Surabaya, Ivan Widyanto, menambahkan, perintah pengurusan jenazah itu datang langsung dari Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Begitu kabar beredar pada Sabtu, 7 Januari lalu, Risma meminta jajarannya turun mengecek kebenaran informasi. Sebab, citra Bonek identik dengan warga Surabaya.

    Meski belakangan terkuak bahwa para korban adalah warga Kabupaten Sidoarjo, Risma tetap meminta Pemkot Surabaya menindaklanjutinya. Salah satunya dengan menghubungi keluarga di daerah asalnya. “Petugas kesulitan mencari nomor telepon melalui 108, lalu kami putuskan mengabarkan langsung ke alamat yang bersangkutan,” kata Ivan.

    Kelima jenazah telah dipulangkan sekitar pukul 10.30 menggunakan tiga ambulans dari RSU Ciereng, Subang, dan kini masih dalam perjalanan. Mereka di antaranya Nazif, 18 tahun, Syahrul, Brian Adam Firdaus (17), Rudi (23), dan Hasrul alias Foka (22). “Diperkirakan tiba nanti malam dan diserahterimakan di kantor Polres Sidoarjo,” tuturnya.

    Adapun tiga dari empat korban overdosis yang masih mendapat perawatan intensif di rumah sakit milik pemerintah Kabupaten Subang adalah Anton, 18 tahun, Adot (18), dan Wawan (22). Semuanya warga Sidoarjo.

    Sementara itu, salawat Nariyah dilantunkan lebih dari 300 orang Bonek di Wisma Persebaya yang berlokasi di Jalan Karanggayam. Rebana ditabuh beberapa suporter yang mengenakan peci dan berkaus hijau khas klub sepakbola asal Kota Pahlawan itu.

    Mereka menggelar doa bersama sejak pukul 09.00 untuk arwah lima Bonek yang meninggal.00. Mereka juga berdoa untuk kebangkitan klub sembari menunggu keputusan Kongres Tahunan PSSI di Bandung, hari ini.

    “Mari kita berdoa bagi arwah Bonek yang gugur berjuang menuju Bandung. Mudah-mudahan dosanya diampuni,” ucap Gus Ishom yang memimpin doa. Lima Bonek yang tewas itu diduga menenggak minuman beralkohol oplosan di Subang. Sementara tiga korban lain masih dalam perawatan intensif.

    ARTIKA RACHMI FARMITA

    Baca juga:
    Film Wiji Thukul Siap Tayang, Keluarga Ajak Jokowi Nonton
    Unik, Jokowi Kunjungan Kerja Pakai Jas, Dasi, dan Sarung  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.