Perangi Hoax, Ini Kata Menteri Rudiantara  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara menandatangani spanduk Stop Hoax dalam kegiatan sosialisasi sekaligus deklarasi Masyarakat Anti Hoax saat Car Free Day, di Jakarta, 8 Januari 2017. TEMPO/M Iqbal Ichsan

    Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara menandatangani spanduk Stop Hoax dalam kegiatan sosialisasi sekaligus deklarasi Masyarakat Anti Hoax saat Car Free Day, di Jakarta, 8 Januari 2017. TEMPO/M Iqbal Ichsan

    TEMPO.COJakarta - Pada Minggu pagi ini, sejak pukul 06.00, di sekitar Jalan M.H. Thamrin tempat dilaksanakannya hari bebas kendaraan atau Car Free Day digelar acara deklarasi dan sosialisasi Masyarakat Anti-Hoax.

    Pusat kegiatan dilaksanakan di depan BCA Tower dan akan digelar hingga pukul 11.00. Dalam kegiatan tersebut, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara juga turut hadir memeriahkan acara tersebut.

    Dalam sambutannya, Rudiantara menyampaikan mengenai upaya untuk menghentikan penyebaran berita bohong atau hoax. Menurut dia, pemblokiran situs bukan cara yang langsung bisa ditempuh karena pasti ada alternatif lain bisa dilakukan.

    Baca Juga: Pegiat Media Sosial Ajak Masyarakat Perangi Hoax

    "Kita harus berpikiran baik. Pasti ada yang tidak benar, tapi kita tidak perlu langsung ke sana (melakukan pemblokiran situs). Nomor satu, blokir itu bukan satu-satunya jalan," ujar Rudiantara saat memberikan sambutan dalam acara Deklarasi Masyarakat Anti-Hoax di Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat, Ahad, 8 Januari 2017.

    Salah satu alternatif yang bisa dilakukan, menurut Rudiantara, melalui kegiatan sosialisasi dengan menggerakkan masyarakat umum. Seperti yang digelar hari ini di kawasan Car Free Day. 

    Sebagai informasi, acara sosialisasi dan deklarasi anti-hoax tidak hanya digelar di Jakarta. Acara serupa juga dilangsungkan di Surabaya, Semarang, Solo, Wonosobo, dan Bandung.

    Baca: Foto-foto Kemesraan Bupati Katingan sebelum Skandal Terbuka

    Rudiantara juga meminta masyarakat untuk pandai membedakan mana konten yang menjadi ranah privat atau ranah publik. Sebab, saat ini masyarakat begitu akrab dengan ponsel pintar mereka yang kaya akan aplikasi media sosial. Dengan demikian, penyebaran berita hoax dimungkinkan akan begitu cepat terjadi. "Jangan sampai masyarakat terjebak dan ikut menyebarkan berita hoax." 

    DESTRIANITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Pemberantasan Rasuah Indonesia di Hari Antikorupsi Sedunia

    Wajah Indonesia dalam upaya pemberantasan rasuah membaik saat Hari Antikorupsi Sedunia 2019. Inilah gelap terang Indeks Persepsi Korupsi di tanah air.