Asyiknya Nikmati Cuit-cuit Burung di Dago Giri Bandung  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ninox scutulata, nama latin dari burung hantu, tergolong sebagai hewan buas atau pemakan daging. Beberapa jenis dari burung hantu, tersebar di wilayah Indonesia dan seringkali dimanfaatkan sebagai pembasmi hama tikus. Paul Gilham/Getty Images

    Ninox scutulata, nama latin dari burung hantu, tergolong sebagai hewan buas atau pemakan daging. Beberapa jenis dari burung hantu, tersebar di wilayah Indonesia dan seringkali dimanfaatkan sebagai pembasmi hama tikus. Paul Gilham/Getty Images

    TEMPO.CO, Bandung - Bosan dengan acara akhir pekan yang itu-itu saja? Mau menghabiskan liburan melihat tingkah lucu burung-burung? Silakan bergeser ke Pramestha Bird and Bromelia Pavilon di kawasan Dago Giri, Bandung.

    Dari namanya saja, Anda bisa bayangkan betapa banyak aneka jenis burung yang bisa ditemui di tempat ini. Menurut keeper and bird trainer, Abdul Rahman, terdapat lebih dari seribu burung yang berasal dari 300 jenis yang ada di Indonesia dan juga luar negeri.

    Sebut saja burung paruh bengkok, love bird, kakaktua, dan ratusan jenis burung lokal lain. Ditambah jenis burung asal luar negeri, seperti macaw, afgrey, dan burung lain asal Afrika serta Amerika latin.

    "Salah satu yang menjadi ikon bird park ini adalah burung hantu dan jenis macaw. Di sini banyak sekali jenis burung hantu dan macaw yang bisa Anda lihat keunikan warna dan perilakunya, sehingga pengunjung tidak bosan saat melihat tingkah mereka," ujar Abdul Rahman, Minggu, 8 Desember 2017.

    Pengunjung pun bisa berinteraksi langsung dengan burung yang ada di lokasi wisata. Selain itu, setiap pukul 11.00, akan digelar bird show yang menjadi ajang unjuk kemampuan para burung, seperti cara terbang, beratraksi, bahkan berinteraksi langsung dengan pengunjung.

    Baca:
    Pemda Jawa Barat Sebar Slogan Om Telolet Om di Vakantiebeurs

    "Di sini, selain sebagai wisata edukasi, pengunjung bisa berfoto, memberi makan langsung, dan memegang burung-burung tersebut. Beberapa jenis burung di sini memang jarang ada yang memelihara atau langka, makanya ini jadi kesempatan bagi pengunjung untuk berinteraksi secara langsung," tutur Abdul.

    Cukup merogoh Rp 35 ribu (weekday) dan Rp 50 ribu (weekend) untuk tiketnya, Anda sudah bisa mengedukasi putra-putri tercinta. Buka dari pukul 09.00 sampai 18.00, lokasi ini menawarkan suasana yang sejuk khas daerah pegunungan.

    Menurut Assistant Executive Manager Pramestha Julie Andriani, pihaknya sangat concern terhadap edukasi dan pelestarian lingkungan. Dengan demikian, kawasan bird park yang memiliki luas mencapai 6.000 meter persegi ini dikelola dengan meminimalkan bangunan permanen.

    Bahkan, untuk mendukung habitat asli burung, ekosistem lingkungan, termasuk sungai-sungai yang ada di kawasan tersebut, dijaga keasriannya.

    "Sejauh ini, pengunjung yang datang banyak dari Bandung, Jakarta, Bogor, dan kota-kota lain. Sedangkan untuk wisatawan asing, kami pernah dikunjungi wisatawan dari Eropa dan Timur tengah, walau ASEAN masih yang paling banyak," ucapnya.

    Ke depan, wisata edukasi ini akan terus dikembangkan sehingga menjadi salah satu wisata edukasi burung dan tanaman yang bisa dijadikan pilihan wisata. Ayo ke Bandung. 

    DWI RENJANI

    Simak juga:
    Berita Hoax Tak Cuma Soal Politik, Tapi Juga Serang Merek  
    Kenali Berita Hoax dengan Cara Berikut Ini  

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Pemberantasan Rasuah Indonesia di Hari Antikorupsi Sedunia

    Wajah Indonesia dalam upaya pemberantasan rasuah membaik saat Hari Antikorupsi Sedunia 2019. Inilah gelap terang Indeks Persepsi Korupsi di tanah air.