4 Bonek Dirawat di RS Ciereng Subang karena Overdosis

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi rumah sakit. TEMPO/Subekti

    Ilustrasi rumah sakit. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Subang - Selain tiga suporter Persebaya Surabaya, Bonek, yang meninggal karena diduga overdosis, empat bonek dirawat di Rumah Sakit Ciereng, Subang, Jawa Barat. Mereka sempat dirawat di Puskesmas Pagaden.

    Keempat bonek yang dirawat di RS Ciereng adalah Nasif, 18 tahun; Anton, 18 tahun; Adot, 18 tahun; dan Wawan, 22 tahun. "Mereka semua warga Sidoarjo," kata Kepala Polsek Pagaden Komisaris Sirat Harsono kepada awak media, Sabtu malam, 7 Januari 2017.

    Sirat mengungkapkan, sebanyak 21 bonek tersebut berangkat dari Surabaya Rabu, 4 Januari 2017 dengan menumpang kendaraan roda empat gratis melalui jalur utama Pantai Utara (Pantura) Cirebon. Dan, Jumat, 6 Januari rombongan Bonek sampai di Pantura Pusakanegara, Subang.

    Di Pusakanagara, mereka dijemput Singgih, aktivis Viking Kecamatan Compreng, Subang yang sebelumnya sudah berkomunikasi dengan rombongan Bonek. Selanjutnya mereka menginap di rumah Singgih.

    Jumat malam, saat menginap di rumah Singgih, rombongan bondo nekat tersebut melangsungkan perjamuan minum keras berkadar alkohol 70 persen dengan campuran sprite dan air kelapa muda.

    Selepas acara perjamuan di rumah Singgih, tak ada gelagat apa-apa. Sabtu pagi, 7 Januari 2017, mereka melakukan perjalanan dari Compreng menuju Bandung dengan mobil bak terbuka bersama Singgih. Sesampainya di jalan raya Pagaden, sekonyong-konyong sebagian dari rombongan Bonek tersebut ada yang pingsan dan bahkan meninggal di atas kendaraan yang mengangkutnya.

    "Kami masih terus mendalami kasusnya dan memeriksa intensif para Bonek yang masih sehat," tutur Sirat. Kasus kematian tiga Bonek tersebut kini ditangani bersama penyidik Polsek Pagaden dan Satreskrimum Polres Subang.

    NANANG SUTISNA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.