Cerita TKI Asal Ponorogo Dianiaya Majikannya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi penganiayaan terhadap perempuan. shutterstock.com

    Ilustrasi penganiayaan terhadap perempuan. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Ponorogo - Fadila Rahmatika, 20 tahun, tenaga kerja Indonesia (TKI), diduga menjadi korban penyiksaan saat bekerja di Singapura beberapa bulan lalu. Fadila saat ini dirawat di Rumah Sakit Darmayu, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, akibat dipukul, ditendang, dan disiram air keras oleh majikannya.

    “Kepala masih sering pusing,” ucapnya saat ditemui di ruang perawatan RS Darmayu, Sabtu, 7 Januari 2017. Fadila, yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga, menerima perlakuan itu karena dianggap tidak becus bekerja. Padahal Fadila dipaksa bekerja dari pagi sampai larut malam.

    Saat terlambat menyeterika pakaian, Fadila mengaku sering diseret ke kamar mandi dan disiram air keras. Selain itu, Fadila ditendang ketika mengepel hingga tersungkur ke lantai. Rambutnya juga kerap kali ditarik majikan saat melampiaskan kemarahan. Tubuhnya pun penuh luka.

    Diperlakukan kasar, warga Desa/Kecamatan Sukorejo, Ponorogo, ini akhirnya berontak. Kepada majikannya, Fadila mendesak dikembalikan kepada agensi TKI di Singapura yang menempatkannya.

    Fadila diberangkatkan perusahaan jasa tenaga kerja Indonesia (PJTKI) yang berkantor di Ponorogo pada Februari 2016. Tidak lama setelah kedatangannya, ia bekerja pada majikan pertama. Selang dua bulan kemudian, sulung dari dua bersaudara ini pindah majikan. Bos kedua inilah yang diduga melakukan penganiayaan terhadap Fadila.

    “Awalnya baik, tapi lama-lama sering memukul, apalagi setelah saya minta dipulangkan atau dikembalikan kepada agensi,” ucap Fadila.

    Akhirnya, pihak majikan bersedia mengantarkan Fadila ke pelabuhan untuk menuju Batam. Dari situ, ia ditolong warga. Ia kemudian dijemput pihak PJTKI untuk terbang ke Surabaya dan kembali ke Ponorogo pada akhir November 2016.

    Masringah, ibu Fadila, menuturkan, awal tiba di Ponorogo, kondisi anaknya memprihatinkan. Tubuhnya kurus dan masih banyak ditemukan luka. Kondisi psikologisnya pun sangat terpukul. Pihak keluarga membawanya ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Sukorejo untuk mendapatkan perawatan medis. “Dokter di puskesmas mengatakan Fadila menjadi korban penganiayaan,” ujar Masringah.

    NOFIKA DIAN NUGROHO



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.